5 Hal Yang Perlu Difahami Saat Berkurban

Hari Raya Idul Adha, banyak umat muslim yang ingin melakukan kurban. Sebelum Kurban 5 Hal Yang Perlu Difahami , pastikan kamu tahu apa saja. Yuk, simak!

1. Kurban satu kambing untuk satu keluarga.
– Kalau yg dimaksud adalah diatasnamakan satu keluarga, tidak sah sebagai kurban, tapi sah sebagai daging sedekah. Kalau yg dimaksud adalah diatasnamakan satu orang, sedang pahala untuk sekeluarga, sah-sah saja. Sebab aturan sudah jelas. Satu kambing untuk satu orang, Sapi untuk 7 orang.
2. Menjual kulit kurban.
– Boleh, asal sudah diberikan pada yang menjual (yang berhak menerima kurban, bukan orang yg berkorban) Intinya dimiliki dulu, baru dijual. Sedangkan hasil penjualannya terserah dia (yg diberi hewan korban).
3. Bolehkah berkurban, sementara ia belum Aqiqoh?
– Boleh. Sebab keduanya ibadah sunah, satu sama lainnya tidak ada ketergantungan.
4. Jika orang memberi kabar atau ditanya tentang kambing miliknya untuk apa. Lalu ia menjawab “Untuk Kurban”. Apakah sudah menjadi Nadzar?
– Pendapat paling kuat belum menjadi Nadzar. Kecuali memang ia sudah berniat Nadzar. Sebab Nadzar adalah berjanji sungguh-sungguh sampai kehati terhadap Allah SWT, bahwa ia akan berkorban. Bukan sekedar memberi kabar atau menjawab pertanyaan. Bahkan sebagian ulama men-syaratkan harus memakai lafadz Qosam(Sumpah).
5. Bagaimana kesunahan dan doa orang yang menyembelih hewan kurban;
– Wudlu, menghadap kiblat, baca Bismillah, Baca sholawat, Baca takbir. Sedangkan doa setelah menyembelih sebagai berikut:
اللهم هذه منك و اليك فتقبل نعمة منك علي ( على…….) و تقربت بها اليك فتقبلها مني (من………)
Titik-titik di isi nama mudlohi (yang berkurban), jika si penyembelih menjadi wakil dari mudlohi.
Sumber: Kitab Al-Bajuri Hasyiah Fathal Qorib, Fathal Mu’in ma’a I’anah Al-Tholibin, Ihya Ulumuddin, Jamal ‘Alal Manhaj.
Wallahu a’lam
__Terbit pada
19 Juli 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *