Rab. Nov 30th, 2022
mbah-Bolong

Surat Al-Ahzab Ayat 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Rabu (12/1/2022) Seribu Rebana bersalawat bersama pengungsi korban gunung Semeru di Kecamatan Pasirian Lumajang. Dihadapan para pengungsi, Mbah Bolong menyampaikan sejumlah motivasi.

Pertama, mudah-mudahan para pengungsi cepat punya rumah kembali. “Orang kalau ingin bangun rumah baru, pasti rumah yang lama dirobohkan dulu. Mudah-mudahan Lebaran nanti semuanya sudah punya rumah baru,” ucap Mbah Bolong diamini para pengungsi.

“Kalau sudah punya rumah, bisa kumpul bojo,” tambah Mbah Bolong.

Nah, agar saat kumpul bojo kuat, Mbah Bolong memberi amalan.

“Ambil air wudu. Lalu berdoa; Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma ruso gawe maremno bojo,” ucap Mbah Bolong.

Kedua, agar mudah mendapat pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala perbanyak baca la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.

“Kalau dengar azan, pas hayyi alassolah dan hayyi alal falah, jawab dengan la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim. Pasti ditolong bisa salat berjamaah,” jelasnya.

Mbah Bolong cerita, Hadrotus Syekh KH Muhammad Hasyim Asy’ari Tebuireng setiap bulan Rajab, Syakban dan Ramadan mengumpulkan para kiai dari seluruh nusantara untuk khataman Bukhari Muslim.

Malamnya, istighotsah dengan banyak membaca la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.

Mohon pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala agar Indonesia bisa merdeka tanpa banyak korban jiwa. Hingga akhirnya Indonesia bisa benar-benar merdeka.

Suatu ketika, anak sahabat Auf bin Malik ditangkap orang kafir. Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam lantas minta Auf banyak baca la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.

Auf pun membacanya sepanjang malam bersama istri. Akhirnya, anaknya bebas dan membawa pulang empat ribu kambing.

Baca Juga  Nabi Musa Dan Nabi Harun Berbagi Tugas

“Dengan banyak membaca la haula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim, mudah-mudahan para pengungsi ditolong Allah subhanahu wa ta’ala,” ucap Mbah Bolong diamini hadirin.

Sehingga setelah ini, para pengungsi rezekinya makin banyak, keluarga nya makin sakinah, dan anak keturunannya makin saleh salehah.

Ketiga, Mbah Bolong memberi amalan agar para pengungsi banyak baca Fatihah.

“Saya dulu kalau tidak punya uang, habis Magrib baca Fatihah 313 kali, sehingga akhirnya punya uang,” jelasnya

Para pengungsi bisa mengamalkan itu. “Saat nganggur, dari pada rasan-rasan, baca Fatihah 313 kali,” saran Mbah Bolong.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngamalaken..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget rawuh rutinan Seribu Rebana Sabtu malam Ahad Wage, (22/1/2022) di Desa Gondek Kecamatan Mojowarno, Jombang..

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *