Sen. Mei 16th, 2022
qobliyah

Saat tahlilan hari kelima wafatnya Mas Abiyan Dhiyaulhaq Akram bin Sujud Wiyono di Perumda, Jumat (18/2/2022), Wakil Rois Syuriyah Ranting NU Candimulyo, H Muslim Alkarim menyampaikan kebaikan almarhum.

“Mas Abi ini walaupun sudah sarjana masih mau belajar ngaji sama saya. Ngaji Alquran, Dibaan dan lain-lain. Walaupun sudah bisa, dia tetap semangat dan rajin belajar,” tuturnya.

Almarhum juga jarang absen ngaji. “Mas Abi tidak pernah absen ngaji. Absen ngaji hanya kalau sedang pergi,” jelasnya.

“Mas Abi ini remaja yang paling giat ke masjid Al Ikhlas Perumda,” tambah H Muslim.

Pada 2008-2016 saya tinggal di Mahameru. Salat jamaahnya ke Masjid Al Ikhlas Perumda. Setiap ke masjid, saya pasti melihat Mas Abi..

Jadi sejak kecil, dia memang akas ke masjid.

Anak kecil yang rajin ibadah seperti itu, pasti istimewa.

Saat ngaji di Masjid Al Ikhlas Perumda Kamis malam Jumat Pon (10/2/2022), Mbah Bolong cerita anak seperti itu.

Dulu ada ulama namanya Syekh Abi Abdillah Al Jala’. Suatu ketika syekh ini pergi ke pasar beli ikan.

Lalu ada anak kecil menawari membawakan ikan itu dengan imbalan upah.

Syekh Abi Abdillah Al Jala’ pun mengizinkan.

Ditengah jalan, terdengar suara azan. Anak kecil itu langsung izin melaksanakan salat.

Syekh dan anak kecil itupun salat jamaah.

Setelah itu meneruskan pulang ke rumah Syekh Abi Abdillah Al Jala’.

Syekh ternyata punya tetangga yang sakit lumpuh. Begitu melihat anak kecil yang rajin ibadah itu, tetangga yang lumpuh tadi berdoa:

Ya Allah, dengan kemuliaan anak kecil itu, sembuhkanlah sakit ku.

Subhanallah… Dia langsung sembuh dari lumpuh.

Rois Syuriyah Ranting NU Candimulyo, H Imam Muslih pernah cerita. Ketika sakit, beliau selalu berdoa: Ya Allah, kalau saya sakit, lalu siapa yang ngajar anak-anak ngaji…

Baca Juga  Sejarah Penting! Kisah Gus Dur Dikepung Naga Hijau

Beliau memang punya ratusan santri di TPQ Baiturrohman..

“Setelah doa seperti itu, sakit saya langsung sembuh,” ujar H Muslih.

Ini menunjukkan bahwa anak-anak yang polos yang rajin ngaji dan ibadah itu istimewa. Sehingga bisa dipakai wasilah doa..

Lalu kenapa anak-anak yang istimewa itu cepat dipanggil Allah subhanahu wa ta’ala?

Saat khutbah di masjid Pesantren Tebuireng Jumat (11/2/2022), pakar tafsir Alquran DR KH Ahmad Mustain Syafi’ie Alhafid cerita nabi-nabi.

Ada dua nabi yang diangkat jadi nabi sejak kecil. Yakni Nabi Isa dan Nabi Yahya. Namun keduanya wafat muda.

Kenapa kok wafat muda?

Dalam QS Alkahfi 80 diatas disebutkan. Alasan anak muda dibunuh oleh Nabi Hidir yakni karena dikhawatirkan, kelak anak itu akan membuat orang tuanya jadi kafir.

Almarhum KH Syaerozi Lamongan pernah cerita. Anak beliau yang wafat duluan adalah anak yang paling mirip beliau. Anak yang paling dia sayang. “Anak yang kata orang-orang, nanti akan jadi penerus saya,” ujarnya.

Namun anak yang digadang-gadang itu, justru dipanggil duluan oleh Allah subhanahu wa ta’ala..

Allah subhanahu wa ta’ala yang maha tahu.

Seperti kisah di surat Alkahfi itu..

Bisa jadi, si anak dipanggil duluan karena jika tetap hidup, justru akan menimbulkan keburukan bagi orang tua nya.

Dawuh Gus Baha; mati atau hidup bagi orang beriman itu sama baiknya..

Mati berarti berhenti menambah keburukan.

Hidup berarti masih punya kesempatan menambah pundi-pundi kebaikan.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring, selama masih hidup, kita bisa terus menambah kebaikan..

Aamiin

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.