mencicipi makanan1

Apa hukum mencicipi makanan dan mencium bau minyak wangi, minyak angin dan semacamnya bagi orang yang sedang berpuasa?

Jamaah yang Budiman.

Bagaimana kalau orang yang mencicipi masakan dalam keadaan berpuasa? Jawabannya harus terang. Pasalnya keterangan ini dibutuhkan agar orang tidak perlu canggung mencicipi masakannya demi menyuguhkan masakan dengan rasa yang pas sesuai selera

Sekedar mencicipi makanan bagi orang yang sedang berpuasa dibolehkan dan tidak membatalkan puasa.
Ini jika tidak diiringi dengan menelan makanan yang dicicipinya. Karena makan meskipun hanya sebiji nasi atau minum meskipun hanya setetas air dapat membatalkan puasa.

⛔ Perhatian:
Tidak boleh menelan ludah yang bercampur dengan makanan atau minuman tersebut.
Oleh karena itu, setelah mencicipi makanan maka dia harus meludahkannya dan kalo diperlukan dia juga berkumur agar ludah yang ingin dia telan benar-benar tidak bercampur dengan makanan
Apabila dia menelan ludah yang ada rasa makanannya seperti asin dan manis maka dia telah menelan ludah yang bercampur dengan makanan sehingga puasanya batal.
Adapun mencium bau wangi minyak wangi, minyak angin meskipun dilakukan dengan sengaja itu tidak membatalkan puasa.
Karena bau itu bukan benda, sehingga ketika seseorang mencium bau dari sesuatu maka tidak ada benda yang masuk ke dalam rongga.

__Terbit pada
5 April 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *