jima

Apa konsekwensi bagi orang yang membatalkan puasa Ramadlannya dengan jima’ (hubungan badan)?

Konsekuensi atau akibat bagi orang yang membatalkan puasa Ramadlan dengan jima’ adalah:
1️⃣ Orang tersebut jatuh pada dosa besar (kabiroh).
2️⃣ Wajib baginya untuk mengqodlo puasa hari itu secara langsung setelah idul fitri, yaitu pada tanggal 2 Syawal.
3️⃣ Wajib bagi orang tersebut membayar kaffarah dhihar, yaitu:

1. Memerdekakan budak yang selamat dari aib yang bisa memengaruhi kinerjanya.
2. Berpuasa dua bulan berturut-turut

👆Bulan yang dimaksud adalah bulan hijriyah
👆Jika di pertengahan bulan dia membatalkan puasa karena sakit atau lainnya maka puasa harus diulangi dari hari pertama.
3. Memberi makan kepada 60 fakir miskin
👆Masing-masing fakir atau miskin satu mud.
👆Satu mud kurang lebih 679,79 gram.
👆Kaffarat dhihar tersebut dilakukan secara berurutan, apabila tidak mampu yang pertama maka yang ke dua, jika tidak mampu yang ke dua maka yang ke tiga.

والله اعلم بالصواب
#LDNU KAB KEDIRI

__Terbit pada
11 April 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *