foto ilustrasi onani

Apakah batal puasa orang yang melakukan istimna’ (onani)?

Kyaiku.com – Onani adalah aktivitas pengeluaran mani (sperma) tanpa melakukan sanggama. Onani disebut semakna dengan masturbasi, yaitu proses memperoleh kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin.

Istimna’ dengan selain tangan istri dan budak perempuan yang dimilikinya adalah haram.
Mengeluarkan mani dengan sengaja seperti istimna’ atau dengan adanya persentuhan kulit (mubasyaroh) itu dapat membatalkan puasa.

Adapun keluarnya mani tanpa adanya mubasyaroh (persentuhan kulit) seperti mimpi basah dan berfikir atau mengkhayalkan sesuatu yang porno maka itu tidak membatalkan puasa.

Keterangan perihal onani dalam kaitannya dengan ibadah puasa dapat ditemukan antara lain pada Kitab Al-Majmu’ berikut ini:

Artinya, “Bila seseorang melakukan onani dengan tangannya–yaitu upaya mengeluarkan sperma–, maka puasanya batal tanpa ikhtilaf ulama bagi kami sebagaimana disebutkan oleh penulis matan (As-Syairazi),” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, [Kairo, Al-Maktabah At-Taufiqiyyah: 2010 M], juz VI, halaman 286).

__Terbit pada
29 Maret 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *