riddah

Apakah maksud dari riddah yang bisa membatalkan puasa

Dalam kitab Fath al-Qarib dijelaskan bahwa perkara yang dapat membatalkan puasa meliputi beberapa hal, salah satunya yaitu Riddah

Riddah adalah memutus atau membatalkan Islam dengan keyakinan yang kufur, perbuatan yang kufur atau perkataan yang kufur.
Keyakinan yang kufur adalah seperti meragukan adanya Allah, meragukan kekuasaan Allah, meragukan kerasulan nabi Muhammad, meragukan al Qur’an, mensifati Allah dengan sifat mustahil bagi-Nya seperti jisim dan semacamnya.

Perbuatan yang kufur adalah seperti sujud pada berhala, sujud kepada manusia dengan niat ibadah, menginjak al Qur’an dengan sengaja dan mengetahui bahwa yang diinjaknya adalah al Qur’an, membuang kertas yang berisi nama-nama yang diagungkan (seperti nama Allah dan nama Nabi) di tempat yang menjijikkan (seperti tempat sampah) dengan sengaja dan mengetahui keberadaan nama tersebut di kertas dan semacamnya

Perkataan yang kufur adalah seperti perkataan Allah itu dzalim, Allah punya anak, Nabi itu bodoh dan semacamnya.

Seseorang yang ketika sedang berpuasa jatuh pada salah satu dari tiga jenis kekufuran di atas maka Islamnya batal, demikian juga puasanya.
Meskipun orang tersebut langsung kembali kepada Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, puasanya tetap batal dan dia wajib menghindari melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sampai maghrib dan dia untuk wajib mengqodlonya seketika setelah hari raya (yakni tanggal 2 syawwal) (LDNU Kediri)

__Terbit pada
31 Maret 2021
__Kategori
Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *