Rab. Nov 30th, 2022
Mbah Bolong

Surat Al-Qalam Ayat 11

هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ

Bahaya Ngedu Kiai

Saat ngaji dalam rutinan Seribu Rebana di Desa Plosokerep Kecamatan Sumobito, Sabtu malam Ahad wage (18/12/2021), Mbah Bolong, berpesan agar tidak mengadu domba kiai.

Kiai sing lemu diadu dengan sing kuru. “Enak kiaiku lemu kakean berkat, kiaimu kuru kurang berkat. Tidak boleh seperti itu,” tuturnya.

Kiai yang senang ini diadu dengan kiai yang seneng itu.

Kiai yang dakwah dengan model gini diadu dengan yang model gitu.

“Likulli syaiin maziya. Semua punya kelebihan masing-masing. Jangan diadu,” tegasnya.

Mbah Bolong lalu mengajak mendoakan agar Muktamar NU menghasilkan pemimpin dan program yang baik, manfaat dan berkah.

“Semua baik, kita doakan dapat yang terbaik,” ajaknya.

Gus Baha juga pernah menjelaskan hal serupa. Mendakwahkan Islam itu berat. Kita tak mungkin bisa melakukannya sendirian.

Makanya kita harus bersyukur banyak yang melakukan nya. Semua bisa mengambil peran sesuai posisi dan potensi nya.

Santri yang juara MTQ jadi imam di masjid-masjid kota. Yang tidak juara ngajar di kampung-kampung mendirikan diniyah dan pesantren.

Semuanya punya peran.
Tidak usah saling menjelekkan dan mengadu domba.

Jadi ingat film Nada dan Dakwah yang dibintangi Bang Haji Rhoma Irama dan dai sejuta umat KH Zainuddin MZ.

Rhoma dakwah melalui musik. Zainuddin MZ melalui mimbar-mimbar pengajian.

Saling sinergi, bukan saling caci.

Sebab Rhoma belum tentu bisa masuk di audien Zainuddin.

Zainuddin juga belum tentu bisa masuk di penggemar Rhoma.

Mbah Bolong juga mengajak meneladani Gus Dur yang dakwah nya merangkul semua golongan.

Orang yang gemar mengadu ulama berarti tidak hormat ulama. Ini menyebabkan anak turunnya sulit jadi ulama.

Baca Juga  WALI GAK MANGKELAN

Di kubur nya kelak, tukang adu domba sudah pasti akan mendapatkan siksa.

Suatu ketika Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Rasulullah menyatakan, dua penghuni kubur itu sedang disiksa.

Yang satu karena kurang memperhatikan saat bersuci dari buang air kecil. Sehingga pakaiannya kena najis tanpa dia sadari.

Yang kedua disiksa dalam kubur karena gemar adu-adu.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita bisa menjauhi adu-adu..

Monggo niat rawuh rutinan Seribu Rebana Sabtu malam Ahad Wage berikut nya di Desa Gondek Kecamatan Mojowarno Sabtu (22/1/2022)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *