Sen. Mei 16th, 2022
hewan tawakkal .(ist)

Saat ngaji tafsir Jalalain karya Syekh Jalaluddin Al Mahalli dan Syekh Jalaluddin Assuyuti di Pesantren Tebuireng, Rabu (1/12/2021), DR KH Ahmad Mustain Syafi’ie Alhafid menjelaskan tawakkal nya hewan.

“Tawakkal nya hewan itu pasrah setelah usaha,” tuturnya.

Sebagaimana yang disebutkan dalam QS Hud 6 diatas. Allah subhanahu wa ta’ala telah menjamin rezeki semua makhluk termasuk hewan.

Namun hewan tetap harus ikhtiar. Makanya yang dipakai contoh Alquran yakni hewan melata.

Melata artinya berjalan dengan perut. Contoh nya seperti cacing.

Asal cacing gelem nggremet, maka dia tetap dapat rezeki.

Misalnya ayam. Pokok masih mau ceker-ceker ya pasti dapat rezeki.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam mencontohkan rezekinya burung. Burung terbang pagi hari dalam kondisi telihnya kosong.

Lalu sore kembali ke sarang dalam kondisi telihnya telah penuh.

Kalau punya keyakinan rezeki yang mantab, niscaya kita tak akan menghalalkan segala cara yang bisa merugikan orang lain.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam menyarankan, kalau kita disuguhi makanan. Maka ambillah yang ada di depan kita. Jangan yang di depan orang lain.

Sebab belum tentu yang di depan orang lain itu baik bagi kita.

Justru bisa jadi itu buruk bagi kita. Kalau kita memakannya, bisa-bisa kolesterol dan lain-lain.

Hewan melata saja dijamin rezekinya. Apalagi manusia.

Makanya kata Gus Baha, kalau hanya untuk hidup, untuk bisa makan, manusia tidak perlu sekolah. Tak perlu mondok.

Karena hewan melata tak sekolah pun bisa makan.

So, tujuan sekolah, tujuan mondok, itu adalah agar manusia bisa menjalankan kewajiban sebagai hamba Allah.

Juga agar derajatnya bisa tinggi.

Gus Baha dawuh, malaikat Izrail itu tidak terima kalau dituduh sebagai penyebab utama kematian seseorang.

Baca Juga  Berbaktilah kepada Orang Tua, Niscaya Anak Berbakti Kepada Mu

Walaupun memang dia yang ditugasi mencabut nyawa.

Izrail menyatakan, dia tidak mencabut nyawa seseorang. Kecuali rezeki orang itu memang sudah habis.

Izrail sudah mencari, rezeki orang itu memang tidak ada di belahan bumi barat maupun timur..

Makanya Izrail lantas mencabut nyawanya..

So, kita tidak pantes takut mati gara-gara rezeki.
Karena urusan rezeki sudah ditanggung oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebaliknya, kita harus takut mati tidak membawa iman.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita istiqamah beriman sehingga bisa Khusnul khatimah. (*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.