Bendera NU Hilang, Dicuri?

Cerita ini disampaikan oleh H Abdul Mun’im DZ pada kegiatan lailatul ijtima’ dalam rangka silaturahim upgrading kader Nahdlatul Ulama di Sidoarjo.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut berkisah pengalamannya menjelajahi berbagai pelosok daerah seantero Indonesia, di antaranya adalah Lombok Timur. 

Alkisah beberapa hari sebelum kegiatan yang menghadirkan dirinya, segenap pengurus NU setempat memasang umbul-umbul dan bendera, tanda kebesaran jamiyah. Banggalah segenap pengurus di sana.

Suatu pagi, menjelang satu hari pelaksanaan kegiatan, tiba-tiba bendera-bendera NU sebagai penghias jalan tersebut hilang. Selidik punya selidik, ternyata dicuri sekelompok anak-anak berandal. Ketika ditangkap oleh para anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), mengakulah para pencuri itu.

Anggota Banser: “Kenapa kalian mencuri bendera-bendera NU yang menghiasi jalan?”

Pencuri: “Bendera itu aku pakai selimut, karena aku rindu kakekku.”

Anggota Banser: “Apa hubungannya?”

Pencuri: “Kakekku dulu pengurus NU, dan di rumah kami dihiasi bendera NU. Setelah kakekku meninggal, tak ada lagi yang ngobrolin NU di tengah keluargaku, apalagi pasang bendera NU, seperti yang dilakukan kakekku dulu.”

Para anggota Banser melongo dan akhirnya mereka paham akan fenomena ‘lost generation’, hilangnya satu generasi yang tidak masuk NU meskipun dulu mbah buyutnya NU. Hal ini banyak terjadi terutama di kawasan yang jauh dari sentuhan konsolidasi pengurus NU di daerah terpencil.

Mari rapatkan barisan, satukan tujuang menujud 1 abad NU.

Sumber : Jatim NU Online

__Terbit pada
27 Maret 2021
__Kategori
hikmah
2

2 comments on “Bendera NU Hilang, Dicuri?”

  1. Apakah dgn ikut pkpnu udh bener dianggap nu? Karna msh bnyk yg berjuang tanpa embel2 itu..dsini ada seorang yg kyknya yg gk ikut pkpnu kurang Nu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *