Berbahagialah Para Pemberi Hutang

Dalam kondisi terdesak, terkadang seseorang memilih cara berutang sebagai solusi. Terdapat banyak anjuran baik dari ayat Al-Qur’an maupun hadits yang menjelaskan tentang keutamaan orang memberi utang karena merupakan bagian dari menolong orang lain. Bahkan, menagih utang pun ada etika dan aturannya.

Kabar gembira untuk para pemberi hutang

مَنْ أَقْرَضَ دِينَارًا إِلَى أَجَلٍ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ إِلَى أَجَلِهِ، فَإِذَا حَلَّ الْأَجَلُ فَأَنْظَرَهُ بَعْدَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلُ ذَلِكَ الدَّيْنِ صَدَقَةً.

Siapa saja yang memberikan pinjaman uang sampai pada waktu tertentu, maka baginya setiap hari mendapatkan pahala shadaqah sampai pada waktu jatuh tempo pelunasannya. Dan jika ia menangguhkan pelunasannya (waktu nyaur di undur oleh yg menghutangi) maka baginya setiap hari mendapatkan pahala shadaqah sebesar yang ia pinjamkan.

Sumber; Kitab Ihya’ Ulumuddin Juz 2 Hal 81.

Wallahu a’lam

__Terbit pada
2 Januari 2021
__Kategori
hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *