Kam. Des 1st, 2022
Kitab Hadratussyaikh-Hasyim-Asyari. (Times Indonesia)

Kitab karya KH Hasyim Asyari yang ditulis menggunakan tangan masih terjaga dan terawat dengan baik hingga saat ini. Kitab asli tulis tersebut sudah berusia 100 tahun lebih itu disimpan dan dirawat oleh pengelola perpustakaan A Wahid Hasyim di Pondok Pesantren Tebuireng, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur.

Melansir dari Times Indonesia, saat ini ada tujuh kitab yang berada di perpustakaan tersebut. Semua kitab masih utuh, hanya saja beberapa kitab kondisinya sudah robek karena termakan waktu. Bahkan, ada beberapa sampul yang berlubang.

Kitab-kitab tersebut berupa Al-Quran dan beberapa kitab tentang hadist, fiqih, maupun tentang doa-doa.

Pengelola perpustakaan, Muhamad Zainal Arifin mengatakan, jika dihitung dari usia KH Hasyim Asy’ari sewaktu muda saat menulis kitab tersebut, tentu usia kitab kitab tersebut sudah mencapai lebih dari 100 tahun.

“Usia kitab ini sudah tua sekali. Bisa dihitung dari usia Mbah Hasyim muda waktu menulis hingga sekarang sudah berapa,” katanya.

Menurut Zainal, Pondok Pesantren Tebuireng saja pertama kali didirikan pada 1899. Sedangkan, waktu itu, KH Hasyim Asyari sudah mulai menulis beberapa kitab. Artinya, usia kitab tersebut diperkirakan mencapai 130 tahun.

Semua kitab-kitab tersebut tersimpan rapi dalam sebuah rak berukuran 2×4 meter di ruang khusus yang terletak di ujung belakang perpustakaan.

Selain kitab tulisan KH Hasyim Asyari, ada juga beberapa kitab yang dulunya sering dibaca KH Hasyim Asyari saat mengajar santri-santrinya.

”Ada juga kitab lain yang dibaca mbah hasyim,’’ imbuhnya.

Ketika dilihat secara teliti, tampak sekali tulisan tersebut dilakukan secara manual. Mulai dari goresan pena hingga garis tepi pada kitab yang tak begitu simetris. Kondisi kertas juga terlihat berserat.

Baca Juga  Gus Yahya Staquf: Kyai, Jubir Presiden Sampai Ketum PBNU

Zainal menjelaskan, ada beberapa bahan yang dipakai KH Hasyim Asyari dalam membuat kitab tersebut. Diantaranya, kertas merang yang terbuat dari tangkai padi maupun kertas yang terbuat dari serat pohon turi.

”Jadi kertasnya berserat, berbeda dengan kertas zaman sekarang yang mudah sobek itu,’’ jelasnya.

Meski di perpustakaan tersebut hanya terdapat tujuh kitab. Bukan berarti kitab KH Hasyim Asyari tidak ditemukan ditempat lain. Dari penelusuran yang dilakukan waktu ke waktu, kitab tulisan tangan KH Hasyim Asyari juga sering ditemukan di daerah kabupaten/kota lain di Indonesia. Mulai dari Ponorogo, Lamongan dan beberapa daerah lainnya.

”Tercatat 400 kitab peninggalan dari mbah Hasyim yang tersebar diseluruh dunia, termasuk di Saudi Arabia,” terangnya.

Dari tujuh kitab yang ada di perpustakaan A Wahid Hasyim, kini sebagian sudah digandakan untuk berbagai macam kepentingan termasuk studi dan penelitian. Totalnya ada 17 kitab yang diterbitkan dalam satu jilid berukuran besar.

“17 kitab tersebut memuat diantaranya, tentang pesan-pesan untuk para umat NU, tentang pernikahan, dan kitab-kitab lainnya termasuk fiqih dan hadist,’’ jelasnya lebih merinci.11:13

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *