Sen. Mei 16th, 2022
Jokowi

Saat ngaji tafsir Jalalain karya Syekh Jalaluddin Al Mahalli dan Syekh Jalaluddin Assuyuti di Pesantren Tebuireng Rabu (26/1/2022), DR KH Ahmad Mustain Syafi’ie Alhafid menjelaskan tafsir ayat diatas. “Ayat ini menegaskan bahwa calon pemimpin itu jangan gampang takut dan ragu,” tuturnya.

Kiai Mustain menjelaskan, ayat sebelumnya menceritakan pertanyaan Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Musa alaihissalam. Tentang fungsi tongkat yang dia bawa.

Nabi Musa menjawab, tongkat itu untuk menggiring hewan ternak dan lain-lain.

Allah SWT lalu memberi tahu fungsi lain tongkat itu.

Allah subhanahu wa ta’ala minta Nabi Musa alaihissalam melemparkan tongkatnya.

Setelah dilempar, tongkat itupun berubah jadi ular.

Nabi Musa ketakutan. Allah minta Nabi Musa tidak takut.

Allah minta Nabi Musa memegang ular itu. Setelah dipegang, ular berubah kembali menjadi tongkat.

Menurut Kiai Mustain, itu gemblengan luar biasa bagi Nabi Musa alaihissalam.

Nabi Musa yang bukan raja, kelak akan diutus untuk menghadapi Firaun yang sudah ratusan tahun jadi raja.

Nabi Musa yang pengikutnya sedikit, harus menghadapi Firaun yang pengikutnya banyak.

Nabi Musa yang pasukannya tidak bersenjata lengkap, harus menghadapi Firaun yang persenjataan nya lengkap.

Maka sebelum dikirim, Musa digembleng agar tidak takut dan tidak ragu. Sebab Allah subhanahu wa ta’ala bersamanya.

Allah subhanahu wa ta’ala selalu menolong orang-orang yang berjuang dijalan-Nya.

Keyakinan bersama Allah subhanahu wa ta’ala ini penting.

Agar kita selalu semangat berjuang dimanapun, kapanpun dan dalam kondisi apapun…

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi

Baca Juga  Nabi Musa Dan Nabi Harun Berbagi Tugas

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.