Cara Membedakan Habib Asli dan Habib Palsu menurut Kiai Usamah

Bagi sebagian masyarakat awam mungkin akan merasa sulit untuk membedakan antara habib asli dan palsu karena masih melihat dari sisi fisik, tampilan luar seperti penggunaan jubah, gamis, imamah serta memiliki tampang Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Bekasi, Kiai Usamah Zahid saat dihubungi NU Online pada Ahad, (6/6) sore. Menurutnya, ada sebuah cara yang bisa digunakan untuk memastikan seseorang bergelar habib.

“Cara paling tepat atau valid untuk cek kebenaran habib asli atau palsu adalah dengan mendatangi Rabithah Alawiyah yaitu organisasi yang menghimpun WNI yang memiliki keturunan langsung dengan Rasulullah SAW,” kata Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bekasi itu.

Kiai Usamah menceritakan, belum lama ini di Cibitung, Bekasi, ada orang yang mengaku dirinya sebagai habib namun ketika dicek oleh para habib ternyata mereka tidak ada yang mengenalinya. Padahal, biasanya seorang habib saling mengenal satu sama lain karena mereka masih punya pertalian nasab.

“Pada dasarnya habib adalah dzuriyyah rasul atau keturunan Rasulullah saw melalui jalur Sayyidina Ali dan Sayyidatuna Fatimatuh, kemudian putra Sayyidina Hasan dan Husen lalu menurunkan generasi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia,” ujar alumni Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur itu.

Habib, kata Kiai Usamah, bermakna orang yang dicintai dan mencintai, habib juga bisa jadi isim fail (pelaku) atau isim maf`ul (objek), artinya ketika seorang habib memiliki sifat dasar cinta dalam hatinya maka perilaku dan ahlaknya harus sesuai dengan gelar yang disandangnya apalagi di belakang nama habib ada nama besar Rasulullah SAW di belakangnya.

Sumber: NU Online

__Terbit pada
11 Juni 2021
__Kategori
Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *