Sab. Jun 25th, 2022
Mbah Bolong

Saat ngaji dalam Seribu Rebana Jombang di halaman Masjid Al Mustawa Mojosongo, Balongbesuk, Diwek, Sabtu (14/5/2022), KH Nurhadi (Mbah Bolong), cerita keutamaan puasa Syawal.

Ada tabiin namanya Sufyan Assauri. Ulama asal Kufah Irak ini sempat tiga tahun tinggal di Makkah.

Nah, saat tinggal di Makkah ini, beliau pernah ketemu orang asli Makkah.

Orang asli Makkah ini setiap hari tawaf di Kakbah. Dan sebelum tawaf, dia selalu mendatangi dan mengucapkan salam ke Sufyan Assauri.

Sehingga akhirnya akrab dengan Sufyan Assauri. Sufyan Assauri juga pernah main ke rumah nya.

Suatu hari, orang ini memanggil Sufyan Assauri ke rumah nya. Saat itu, ternyata dia sudah dalam kondisi sakit.

Orang ini rupanya sadar bahwa sakit nya itu adalah sakit yang akan mengantarkan nya pada kematian.

Orang itu lantas pesan kepada Sufyan Assauri. Kalau dia mati, tolong Sufyan Assauri yang memandikan dan mengkafani. Juga menyalati dan menalqin. Juga menunggui di kubur.

Tak lama kemudian, orang itu benar-benar wafat.

Dan Sufyan melaksanakan semua pesan nya.

Bahkan malamnya, Sufyan Assauri nunggui di kuburnya.

Antara tidur dan tidak, Sufyan Assauri lalu mendengar suara; Kamu tidak perlu menunggui mayit ini. Karena dia sudah kami jaga dan kami hibur.

Sufyan menyangka suara itu dari setan. Makanya Sufyan lalu bangun wudu dan salat dua rakaat.

Antara tidur dan tidak, dia kembali mendengar suara yang sama. Sufyan lalu bangun wudu dan salat dua rakaat lagi.

Ternyata, antara tidur dan tidak, untuk kali ketiga, dia mendengar suara yang sama. Sufyan Assauri lalu bertanya; Sebab apa dia mendapatkan kemuliaan seperti itu?

Suara itu menjawab; Sebab dia selalu puasa Ramadan. Ditambah puasa enam hari di bulan Syawal.

Baca Juga  DOA AWAL BULAN

Mendengar itu, Sufyan Assauri lalu pulang. Dan dia berkomentar; Sejak itu aku tidak pernah meninggalkan puasa enam hari di bulan Syawal.

Saya titeni, Mbah Bolong selalu cerita ini setiap Syawal.

Dan setiap mendengar nya, saya jadi ingin melaksanakan nya..

Mungkin karena sebelum ngomong, Mbah Bolong ngelakoni dulu puasa Syawal..

Soalnya Rajab kemarin Mbah Bolong sempat cerita di suatu pengajian..

“Mergo cerita puasa Rajab, kulo jadi kepeksan puasa Rajab. Masio tah cuma sedino. Kulo niki angel poso. Mergo akeh undangan. Lek disuguhi makan gak dimakan, gak penak,” urainya..

Kembali ke puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang puasa Ramadan ditambah enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti puasa satu tahun penuh..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.