Doa Nabi Yunus Ketika Terjebak Didalam Perut Ikan Paus

Berdoa merupakan aktivitas yang bernilai ibadah. Dengan berdoa, seorang mampu menaiki tangga menuju jalan kesuksesan dan keselamatan. Sebab doa adalah lawan dan musuh dari bala’; ia mampu meringankan turunnya bala’ bahkan menolaknya

Al-Qur’an menyatakan bahwa berdoa adalah perintah, siapapun yang berdoa, maka permohonannya pasti terkabul. Hal ini ditegaskan dalam surat Ghafir ayat 60:

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kalian kepada-Ku, maka Aku kabulkan permohonanmu”

Dalam Al-Qur’an terdapat doa-doa para Nabi yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Doa yang dipanjatkan oleh mereka memiliki karakter dan tujuan yang berbeda-beda. Tapi pada umumnya doa tersebut mengandung dua unsur; mengagungkan Allah subhanahu wata’ala. dan memohon ampunan kepada-Nya.

Sebaik-baik doa adalah doa yang telah diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya, baik dari Al-Qur’an maupun hadits-hadits Nabi. Meskipun tidak ada larangan bagi seorang mukmin menggunakan redaksi dan bahasa daerahnya ketika berdoa. Namun alangkah baiknya, doa-doa tersebut dihafal dan dipanjatkan oleh kita sebagai bentuk mengikuti sunnah para Nabi.

Berikut ini adalah doa Nabi Yunus Ketika Terjebak Didalam Perut Ikan Paus:

لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Artinya: “Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim” (QS Al-Anbiya’ 87).

Doa tersebut juga dijadikan doa khusus oleh orang-orang yang tengan dilanda kesulitan, oleh orang-orang yang sedang dirundum kesedihan, atau diliputi masalah dan kebingungan.(*)

__Terbit pada
24 April 2021
__Kategori
Amalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *