Sen. Agu 8th, 2022

Saat ngaji dalam rutinan Seribu Rebana Jombang di halaman Masjid Al Mabrur, Dusun Sumbersari, Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Sabtu (11/6/2022), Mbah Bolong, menyampaikan doa selamat dari almarhum KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas (semoga Allah mengumpulkan nya bersama Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam dan para wali Allah subhanahu wa ta’ala).

“Saya mondok di Kiai Jamal 12 tahun. Gak lulus-lulus mergo goblok,” ucap Mbah Bolong disambut tawa hadirin.

Pas rutinan kemarin saya duduk paling belakang. Pinggir tangkis. Dibelakang saya ada sejumlah nenek-nenek. Mbah Bolong ngomong opo ae mereka ngakak-ngakak.

Bahkan dilokno tekek sama Mbah Bolong malah ngakak-ngakak.

Seperti itu gambarane orang kalau kadung cinta.

Kata-kata Mbah Bolong: Gak lulus-lulus mergo goblok.

Kalimat seperti itu menunjukkan tawaduk. Dan orang tawaduk pasti diangkat oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

KH Anwar Zahid pernah dawuh; Kakbah itu tempatnya di lembah. Di tempat rendah. Makanya gampang kebanjiran.

Jamaah kalau masuk masjidil haram, harus turun agar bisa tawaf. Karena posisi Kakbah lebih rendah dibanding jalan masuk.

Lho, meskipun Kakbah terletak diposisi rendah, tetap dipakai tawaf. Tetap dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Tetap ditinggikan derajatnya. Seperti itulah orang yang tawaduk.

Rois Am PBNU, KH Miftahul Ahyar, kala pembukaan Muktamar di Lampung menyampaikan. Beliau merasa tidak pantas menjadi rois am. Beliau bahkan menyebut dirinya hanya pantas menjadi rois am kw.

Namun saat rapat Ahwa, beliau tetap dipilih sebagai rois am.

Intinya, emas itu tetap emas walaupun terkubur dalam tanah.

Walaupun merendahkan diri, orang tawaduk
tetap akan ditinggikan derajatnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

“Doa pertama yang saya dapatkan dari Kiai Jamal adalah doa selamat,” kata Mbah Bolong.

Baca Juga  Doa Hari Selasa Agar Sirna dari Segala Musibah

Allahumma sabbit imanana. Wa nawwir qulubana. Wa barik lana fima a’toitana. Wa sallimna fiddunya wal akhirah.

Ya Allah tetap kan lah iman kami. Dan terangilah hati kami. Dan berkahilah semua yang Engkau berikan kepada kami. Dan selamatkanlah kami di dunia dan di akhirat.

“Selamat itu penting,” kata Mbah Bolong.

Mbah Bolong lalu cerita orang yang selalu baca bismillah.

Mau melakukan apapun dia selalu baca bismillah.

Suatu hari dia ketinggalan pesawat. Teman-temannya pun menyalahkan. “Deloken, kakean bismilah akhire ketinggalan pesawat,” ucap Mbah Bolong.

Tidak lama kemudian, pesawat yang tidak dia naiki itu meledak. Semua penumpang nya mati.

Orang-orang yang tadi menyalahkan dia, akhirnya memuji. Alhamdulillah, berkah moco bismillah, akhirnya selamat..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget istiqamah selalu baca bismillah.

Serta selalu membaca doa selamat yang diajarkan Mbah Bolong dari Kiai Jamal..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring saget hadir rutinan Seribu Rebana berikut nya, Sabtu (16/7/2022) di PP Alfutuhiyah Kepuh Kembeng Peterongan.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.