tahlil7

Fadlilah Bacaan Tahlil dan Istighotsah 07(Menjawab Syubhah Seputar Hadits Terputusnya Amal Manusia)

Kalangan yang mengharamkan membaca Al Qur’an untuk mayit selalu mengatakan : “Bukankah Nabi dalam hadits riwayat Ibni Hibban dan lainnya telah bersabda :

Mereka mengatakab: Ini artinya jika seseorang meninggal tidak akan bermanfaat baginya kecuali tiga hal yang disebutkan dalam hadits ini. Karena bacaan Al Qur’an orang lain untuk mayit tidak termasuk yang tiga ini berarti tidak akan bermanfaat bagi mayit.”

Maka jawabannya adalah makna hadits tersebut adalah bahwa orang yang telah meninggal dunia amalnya terhenti, dan dia tidak bisa beramal lagi. Dan tidak bisa lagi melakukan amal takliifiyy yang terus mengalirkan pahala untuknya kecuali tiga amal tersebut. Tiga amal tersebut akan terus mengalirkan pahala untuknya meskipun ia telah meninggal, karena ketika ia masih hidup dialah yang menjadi penyebab dari tiga amal tersebut.

Jadi hadits ini sama sekali tidak menafikan bahwa orang lain yang masih hidup bisa saja melakukan hal-hal yang bermanfaat buat mayit. Bukankah doa bukan amal si mayit tetapi akan bermanfaat untuk si mayit?! Bukankah sedekah anak untuk mayit bukan amal si mayit, tapi akan bermanfaat bagi mayit?! Meskipun tidak termasuk yang tiga ini. Demikian pula bacaan Al Qur’an untuk mayit bermanfaat baginya dan sampai pahalanya kepadanya, meskipun bukan amalnya, sesuai dengan dalil-dalil dari hadits Nabi Shollallohu ‘alaihi wasaallam.
🙏Dengan demikian jelaslah bahwa sama sekali tidak ada dasar untuk mengharamkan membaca Al Qur’an atau tahlil untuk mayit.

LDNU kediri

__Terbit pada
14 Oktober 2020
__Kategori
Kajian Fikih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *