Gus Hakam

GUS HAKAM DIJEMPUT KH HASYIM ASY’ARI

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes syarah Minjahul Abidin karya Imam Ghozali, Rabu (10/11/2021), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, cerita detik-detik meninggalnya Gus Hakam. Gus Hakam yang wafat pada Selasa (9/11/2021) merupakan cucu KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim), pendiri NU dan Pesantren Tebuireng.

“Sebelum meninggal, Gus Hakam mbengok Mbah Hasyim-Mbah Hasyim,” tutur Kiai Taufiq.

Ini berarti, Gus Hakam dijemput Mbah Hasyim. Untuk diajak masuk surganya Allah subhanahu wa ta’ala.

Persis dengan sinyalemen QS Attur 21 diatas. Orang beriman, yang punya keturunan beriman. Kelak akan dipertemukan di surganya Allah subhanahu wa ta’ala.

Inilah sebabnya, kita harus punya amalan amal saleh yang sama dengan orang tua dan mbah-mbah kita.

Mbah kita senang sedekah, kita senang sedekah.

Mbah kita seneng moco Quran, salawat, istighosah, ikut toriqoh, ngurusi NU, maka kita juga harus seperti itu.

Agar kelak di surga ketemu.

Gus Hakam tiap usai salat Jumat, selalu ziarah makam Mbah Hasyim diiringi para santri.

KH Syaiful Munir, juara qiroah internasional di Turki 1997 pernah cerita. Pas mondok di Gus Hakam, beliau sering disuruh ke makam Mbah Hasyim baca Fatihah sampai seratus kali.

Ustad Syaiful Munir ini terbilang sakti. Pas MTQ nasional, beliau juara dua.

Normal nya, yang dikirim ke internasional kan juara satu nasional.

Tapi pas MTQ internasional di Turki, beliau yang dikirim dan juara satu.

Bisa jadi itu barokahnya amalan yang diberikan Gus Hakam berupa baca Fatihah 100 kali di makam Mbah Hasyim.

Dalam maulid Diba, ada syair;

Ya rabbi nahtim bil musyaffa # ya rabbi solli alaihi wa sallim

Ya Allah wafatkanlah kami dengan mendapat syafaat Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Wafatkanlah kami dengan dijemput Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam..

Sesakit apapun sakaratul maut, kalau dapat syafaat nya Nabi, dijemput Nabi, pasti tidak akan terasa sakit..

Mugi Allah paring kita bisa meneladani amaliah para ulama serta banyak membaca salawat Nabi..

Sehingga saat wafat, dijemput Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa dan para kekasih Allah subhanahu wa ta’ala

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

__Terbit pada
11 November 2021
__Kategori
Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *