Habib Umar

HAPUS DOSA 80 TAHUN

Saat Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 179 di Musala Baiturrohim Sidobayan Dalam, Kamis (9/9/2021), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menjelaskan keutamaan salawat. “Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang rutin setiap Jumat membaca salawat 40 kali, maka semua dosanya akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala,” tuturnya.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam juga bersabda; Orang yang membaca salawat 80 kali pada hari Jumat, maka dosanya selama 80 tahun akan diampuni oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Sahabat lalu bertanya, lafad salawat nya bagaimana kanjeng Nabi?
Nabi menjawab, lafadnya; Allahumma solli ala Muhammad abdika wa rasulikannabiyil ummi..

Rasulullah bersabda; Salawat yang kita baca menjadi penghapus dosa.

Kiai Soleh lalu cerita. Ada  bapak dan anak berangkat haji. Ditengah jalan, bapaknya wafat.

Dumadaan, wujud jenazah bapak itu berubah menjadi keledai.

Si anak pun sedih. Apa nanti kata orang-orang yang melihatnya?

Ditengah sedih nya itu si anak terlier, atau tersliut, tertidur.

Dia melihat si ayah didatangi pria tampan bercahaya. Pria itu mengusap wajah ayahnya sehingga kembali ke bentuk semula.

Si anak lantas bertanya kepada pria itu, siapakah engkau?

Dan apakah yang terjadi pada ayahku?

Pria itu menjawab; Aku adalah Muhammad ibni Abdillah.
Ayahmu ahli maksiat, makanya ketika wafat disiksa bentuk nya berubah jadi keledai.

Namun selama hidupnya, setiap malam, si ayah selalu baca salawat seratus kali. Sehingga Nabi datang memberi syafaat.

Dengan banyak membaca salawat, dosa-dosa kita akan dihapus oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Sehingga kita menjadi orang yang nyaman melakukan ketaatan. Dan gak betah melakukan kemaksiatan.

Dengan salawat, maksiat minggat.

Selama ibadah haji, si anak pun terus baca salawat. Ngangkat kaki baca salawat. Naruh kaki baca salawat.

Saat syukuran haji Mbah Bolong 2010, Kiai Jamal Tambakberas dawuh; Meraih predikat haji mabrur itu sangat sulit. Seperti sulitnya mencari jarum di lautan.

Masya Allah… Jarum jatuh di lantai ae angel golekane. Opo maneh nang laut..

Kalau ingin mengambil jarum di laut, kata Kiai Jamal, caranya gampang. Yakni nyemplung laut dengan membawa magnet. Maka jarum yang terbuat dari besi akan ketarik, sehingga nempel di magnet.

Masuk akal sekali..

Nah, salawat itulah magnet nya orang haji. Sehingga gampang meraih predikat mabrur.

Sejak sekarang, kita biasakan memperbanyak baca salawat. Biar kelak pas haji bisa ngakeh-ngakehno moco salawat.

Mugi Allah paring kita bisa istiqamah banyak baca salawat..

 

__Terbit pada
17 September 2021
__Kategori
Amalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *