maulid

HIDAYAH SEBAB MAULID

Saat ngaji di Masjid Ar Roudloh Tugu, Sabtu (23/10/2021), Rois Syuriyah MWC NU Jombang sekaligus Pengasuh PP Assaidiyah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH Ahmad Hasan, menjelaskan faedah menyelenggarakan kegiatan maulid Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. “Di kitab maulid Syaraful Anam ada cerita,” kata Kiai Hasan.

Cerita ini disampaikan Abdul Wahid bin Ismail. Di Mesir ada orang yang setiap bulan maulid mengadakan acara muludan.
Mengumpulkan orang banyak, membaca salawat dan makan makanan yang enak-enak.

Orang itu punya tetangga Yahudi. Si istri yang Yahudi lalu bertanya kepada suaminya. Ngapain tetangga kita yang muslim itu?

Si suami menjawab; Dia mengadakan muludan. Memperingati kelahiran Nabi mereka yang diyakini lahir pada bulan ini.

Setelah itu keduanya diam.

Malamnya, si istri mimpi. Melihat orang laki-laki ganteng, gagah, berwibawa dan bercahaya memasuki rumah si tetangga yang mengadakan muludan.

Si istri lalu bertanya kepada orang yang ada disitu; siapa dia?
Orang yang ditanya menjawab, dia Muhammad.

Wanita Yahudi itu bertanya lagi; bolehkah aku menyapanya? Boleh.

Dia lantas menyapa; wahai Muhammad..

Nabi pun menjawab; labbaik.

Si wanita takjub dan berkata; aku ini bukan orang Islam, aku ini musuhmu, tapi kenapa kamu mau menjawab sapaan ku?

Nabi menjawab; Demi Allah aku tidak menjawab hingga tahu, Allah telah memberimu hidayah..

Si wanita langsung mengucapkan syahadat. Ashadu alla ilaha illallah wa ashadu anna Muhammad Rasulullah.

Dalam tafsir Jalalain disebutkan, yang dimaksud nur dalam QS Al Maidah 15 diatas adalah Nabi Muhammad.

Dengan nur itulah Allah memberi hidayah.

Makanya KH Maimun Zubair menyarankan, kalau di lingkungan ada perilaku kurang baik, jangan diubrak dibubarkan..

Tapi dirikanlah musala disitu. Didik anak-anak nya ngaji dan salawat. Sehingga lambat laun lingkungan itu akan berubah menjadi baik.

Seperti cerita diatas, barokahnya tetangga bikin muludan, akhirnya si Yahudi bisa masuk Islam.

Paginya, si istri bangun langsung ke dapur siap-siap mau bikin muludan.

Ternyata dia mendapati suaminya sudah ngeduplek di dapur siap-siap bikin muludan.

Si istri lalu bertanya, kamu mau mengadakan apa?

Si suami menjawab; aku mau bikin muludan. Karena semalam, aku juga mimpi seperti kamu. Orang yang membimbing kamu masuk Islam, juga membimbing aku.
Masya Allah..

Barokah nya tetangga bikin muludan. Akhirnya si tetangga yang Yahudi pun bisa mimpi ketemu Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam dan akhirnya masuk Islam..

Belajar dari kisah diatas, Kiai Hasan berpesan agar istiqamah salawatan dan bikin muludan.

Tetangga kita saja bisa kecipratan berkah dan hidayah karena muludan yang kita adakan. Apalagi kita yang mengadakan. Pasti Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam mendatangi rumah kita. Serta membuat keluarga kita makin dapat berkah, hidayah dan syafaah..

Kiai Hasan juga pesan; Kepada non muslim pun, kita juga harus berlaku baik seperti yang dicontohkan Nabi diatas. Ketika non muslim menyapa, Nabi tetap mau menjawab..

قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ

Mugi Allah paring kita saget ngelampahi

Admin Kyaiku.com

__Terbit pada
26 Oktober 2021
__Kategori
Fiqih, hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *