Hikmah Dibalik Kisah Nabi Ibrahim Dan Seekor Katak

Diriwayatkan dalam Sahih Bukhari, ketika Nabiyullah Ibrahim As. dilemparkan ke apinya Namrud maka Nabiyullah Ibrahim membaca; “Hasbiyallahu wani’mal wakiil”, Cukup bagiku Allah dan semulia-mulia tempat untuk bertawakkal.

Kalimat agung dari jiwa yang mulia ini merubah api menjadi sejuk. Sehingga turunlah firman Allah yang berbunyi “Kuuniy bardan wasalaaman ‘ala Ibrahim”, jadilah sejuk dan dingin dan membawa kesejahteraan kepada Ibrahim wahai api. (al-Anbiya’ ayat 69).
Dalam Tafsir al-Qurthubi disampaikan, ketika itu seekor katak tidak tahan melihat Nabi Ibrahim hendak dibakar oleh Raja Namrud, (padahal) tidak mampu berbuat apa-apa, ia hanya menaruh air di mulutnya. Katak mengambil air dari sungai, melompat-lompat dan menyemburkan air itu ke api. Secara kasat mata tidak berguna perbuatan katak itu, tidak akan mungkin memadamkan api, tapi Allah Swt, melihat akan usaha tersebut!.
Allah Swt. tahu niat dari hambaNya yang kecil itu. Cintanya kepada Nabiyullah Ibrahim dan niatnya menyelamatkan Nabi Ibrahim (padahal Nabi Ibrahim sudah dilindungi oleh Allah).
Maka tak heran, jika kita membaca beberapa hadits, Allah mengharamkan katak untuk dibunuh sampai akhir zaman. Semua katak, padahal ini perbuatan satu saja. Yang berbuat satu, semua katak sampai akhir zaman haram dibunuh.
Lihatlah betapa Allah Swt. menghargai keinginan dan usaha yg mulia, barangkali perbuatannya tidak berarti, tapi itu usaha yang dihargai oleh Allah Swt. Wallah:u`alam.

Sumber: GusDewamenjawab

__Terbit pada
24 September 2021
__Kategori
hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *