Hindari Dakwah Provokatif

Dakwah merupakan salah satu bagian yang tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan umat beragama.

Syeikh Ali Mahfudh dalam kitabnya Hidayah al-Mursyidin, sebagaimana dikutip oleh KH Sahal Mahfudh, menetapkan definisi dakwah sebagai ”Mendorong (memotivasi) untuk berbuat baik, mengikuti petunjuk Allah, menyuruh orang mengerjakan kebaikan, melarang mengerjakan kejelekan, agar dia bahagia di dunia dan akhirat”.

Namun ahir ahir ini banyak sekali bermunculan orang orang yang membuat kisruh media sosial dengan membuat konten konten provokatif berkedok agama.

Dakwah provokatif dengan memproduksi konten ‘sampah’ di media sosial juga jelas-jelas dilarang oleh Islam.

Namun tanpa disadari demi meraih keuntungan dan tanpa memikirkan sebab akibat dari apa yang dilakukan hanya untuk konten, mereka melakukan sesuatu diluar batas sehingga menimbulkan kericuhan dimedia sosial.

Allah SWT berfirman dalam surat Surat Al-An’am ayat: 108.

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللهِ فَيَسُبُّواْ اللهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُون

Artinya, “Janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah yang lain dari Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.” (Surat Al-An’am ayat: 108).

Seharusnya para pendakwah tahu dan faham ayat ini sehingga tidak adalagi dakwah dakwah yang bersifat provokasi. (*)

Wallahu a’lam

__Terbit pada
30 Agustus 2021
__Kategori
hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *