lumpur hujan

Hukum bletokan (Lumpur)

Di musim penghujan , sering kita melewati bletokan ( tanah liat yg bercampur air / lumpur ) atau kecipratan bletokan , dan tak jarang hal itu terjadi ketika ditengah tengah perjalanan menuju masjid atau musholla utk melaksanakan jamaah. Kadang kadang bletokan yg mengenai kaki dan sarung bagian bawah ,membuat keraguan tersendiri bagi sebagian orang.

Nah, bagaimana hukum bletokan tsb ?
Dalam kitab i’anatuttholibin beserta hamisynya juz 1 halaman 103–104 dinyatakan sebagai berikut :

  1. Bletokan dihukumi SUCI bila tidak jelas kenajisannya
  2. Bletokan dihukumi NAJIS MA’FU ( najis yg diampuni dlm sholat ), bila :
    a. Bletokan tsb Yaqin terkena najis , namun yg mengenai badan atau pakaian tsb tdk nyata benda najisnya secara kasat mata
    b. Badan atau pakaian yg terkena bletokan tsb adalah bagian bawah
    c. Hal ini terjadi dimusim penghujan
    d. Bletokan yg mengenai badan dan pakaian tsb hanya sedikit.

Namun Ibnu Hajar berfatwa “diampuni” mengenai jalan raya yg rata najis ,karena adanya najis yg terkena air hujan, tatkala sulit menghindarinya.

Wabillahittaufiq
Alfaqir M Sholeh.

__Terbit pada
13 Februari 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *