foto : Google

Hukum Memisahkan Anak Ayam

Saat ngaji kitab Irsyadul Ibad dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 175 di Musala Baiturrohman Nglundo Utara, Kamis (12/8/2021), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menyampaikan larangan memisahkan orang tua dan anak. “Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang memisahkan orang tua dan anak, kelak di akhirat akan dipisahkan dari orang yang dicintai,” tuturnya.

Contohnya dalam sinetron Ikatan Cinta. Orang yang membuat Andin dan anaknya, Reina, pisah, kelak di akhirat akan dipisahkan dari orang yang dicintai.

Larangan memisah itu juga berlaku untuk hewan peliharaan yang kita miliki.

Misal kita punya ayam, bebek, kambing, sapi, burung, kelinci. Tas manak. Lha kok anaknya kita pisahkan dari mboknya. Maka di akhirat kelak, kita akan dipisahkan Allah dari orang yang kita cintai.

Di masyarakat, kita lihat biasanya orang gampang misahkan anak ayam dari mboknya. Sengaja dipisah agar mboke segera bertelur lagi. Seperti itu kalau bisa jangan dilakukan.

Ada yang tanya, bagaimana kalau misahnya dengan tujuan melindungi. Agar anak ayam tidak dimakan tikus atau kucing, maka diamankan diwadahi kombong?

Kiai Soleh menjawab, kalau niat mengamankan dengan cara ngombong, ya dikombong anake sak mboke.

Anake wedus, anake sapi yang masih butuh nyusu mboke juga tidak boleh dipisah. Kecuali kalau anake maeng arep disembelih, maka boleh.

Sastrawan Ahmad Tohari sangat mengamalkan ini. Pas nulis kok krungu anak ayam kiyek-kiyek nggoleki mboke, langsung beliau berhenti nulis demi nemokno anak ayam dengan mboknya.

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ
وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ
وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

Dalam ayat diatas, disebutkan kita akan pisah dari orang-orang yang dicintai.

Penyebutan urutannya itu, menurut Gus Awis Rejoso (DR KH Afifuddin Dimyati Alhafid), persis sesuai prioritas perasaan manusia.

1. Pisah antara manusia dengan saudaranya. Saudara atau dulur, ini ikatan yang paling gampang pisah. Makanya akeh dulur geger karo dulur.

2. Pisah dari bapak ibu. Ikatan ini agak kuat. Memang ada anak yang nyatru wong tuwo. Namun jumlahnya tidak banyak. Dibanding ikatan dengan saudara, tentu lebih kuat sama orang tua.

3. Pisah dari istri. Ikatan suami istri ini lebih kuat lagi. Banyak cerita, anak geger dengan orang tua mbelani bojo.

4. Pisah dari anak. Ikatan yang paling kuat yakni orang tua ke anak. Makanya artis yang baru cerai, biasanya royokan hak asuh anak.

Masio dilarani, orang tua tetap sayang kepada anak. Kasih anak sepanjang galah. Kasih ibu sepanjang jalan.

Dalam kitabnya Kiai Jamal (KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas), Alhikayat, ada cerita.

Suatu hari ada pemburu nuntun mboke kidang. Dumadaan mboke kidang matur ten kanjeng Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

“Kanjeng Nabi, kulo jenengan lepaskan agar bisa nyusui anak-anak kulo. Setelah menyusui, saya akan kembali kesini. Kalau saya tidak kembali, maka saya lebih buruk dari pada orang yang disebut namamu namun tak membaca salawat.”

Nabi lalu minta kepada si pemburu agar melepaskan kidang itu sebentar untuk menyusui anak-anaknya.

Nabi yang menjadi jaminannya. Kalau nanti kidang itu tidak kembali, maka nabi akan ngijoli..

Setelah nyusui, mboke kidang tadi benar-benar kembali..

Karena takjub melihat komunikasi kidang dengan Nabi, si pemburu akhirnya masuk Islam dan melepaskan kidang tadi..

Mugi Allah paring kita bisa memperbanyak salawat dan saget niru Nabi Muhammad sallahu alaihi wasallam mempersatukan mbok yang terpisah dari anaknya..

__Terbit pada
26 Agustus 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *