Kam. Sep 29th, 2022
Lailatul Qodar.(Foto: Istockphoto/Getty Images/Choreograph)

QS Al Hasyr 7

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 195 di Musala Baiturrohman Nglundo Utara, Kamis (30/12/2021), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menjelaskan keutamaan salat sunah.

“Salat sunah qobliyah bakdiyah itu lebih utama dibanding salat tarawih,” tuturnya.

Makanya ketika Ramadan, jangan sampai meninggalkan salat bakdiyah Isya.

Sebab bakdiyah Isya itu lebih utama dibandingkan salat tarawih.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Salat bakdiyah Isya empat rakaat itu pahalanya seperti menangi Lailatul Qadar di Masjidil Haram.

Satu rakaat di Masjidil Haram, sama dengan seratus ribu rakaat di masjid lain.

Satu rakaat pas Lailatul Qadar, sama dengan salat selama seribu bulan.

Jadi kalau menangi Lailatul Qadar di Masjidil Haram, sama artinya amal kita dikalikan seratus ribu. Lalu dikalikan seribu bulan.

Uwakeh wis…

Kiai Soleh juga menjelaskan, tarawih itu 20 rakaat.

Sayidah Aisyah radiyallahu anha menceritakan, Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam baik di bulan Ramadan atau tidak, selalu salat 11 rakaat.

Empat rakaat salam. Empat rakaat salam. Lalu tiga rakaat.

Aisyah lalu bertanya kepada Nabi. Wahai Nabi, apakah engkau tidur sebelum witir?

Nabi menjawab, mataku tidur namun hatiku tidak pernah tidur.

Makanya hadis ini oleh Imam Bukhari dimasukkan bab salat witir.

Salat witir itu paling sedikit satu rakaat. Paling banyak 11 rakaat.

Dikerjakan sebelum tidur boleh, setelah tidur juga boleh.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam pernah tiga kali mengimami para sahabat qiyamullail Ramadan.

Pada malam 23, 25 dan 27.
Rasulullah ngimami salat delapan rakaat. Setelah itu melengkapi di rumah sehingga genap 20 rakaat.

Baca Juga  Dicintai Allah Gara Gara Kulhu

Para sahabat juga melengkapi nya di rumah sehingga genap 20 rakaat.

Pada malam-malam berikutnya Rasulullah tidak keluar ngimami. Karena khawatir itu akan jadi kewajiban.

Itu adalah Ramadan terakhir Rasulullah.

Pada era Khalifah Umar bin Khattab, Umar mengajak para sahabat melaksanakan salat tarawih di masjid 20 rakaat.

Sehingga selama Ramadan syiar di masjid semakin hidup.

Masjid-masjid ramai dipakai salat tarawih 20 rakaat selama Ramadan.

Inilah sebabnya, saat Umar wafat, Sayidina Usman bin Affan mendoakan. Ya Allah, sebagaimana Umar meramaikan masjid kami, ramaikan lah kuburnya.

Ahlussunah adalah golongan yang mengikuti sunah-sunah Rasulullah.

Wal jamaah adalah golongan yang mengikuti para sahabat Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Meski demikian, Kiai Soleh, meminta agar tidak ada pemaksaan jamaah.

Imam yang tarawih 20 rakaat, jangan mengolok-olok kalau ada jamaah yang dapat 8 rakaat lalu pulang.

Imam yang salat 8 rakaat, setelah itu bisa pulang ngopi.

Selanjutnya, jamaah yang tarawih 20 rakaat biar meneruskan…

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi..

Monggo rawuh Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 196 di Musala Annur Candi Kamis (6/1/2022)

Wallahualam Bissawab

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.