ikan

IKAN ZIKIR KOK DIMAKAN

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

Saat ngaji dalam rutinan Seribu Rebana Jombang di PP Falahul Muhibbin Watugaluh Diwek, Sabtu (31/7/2021), Mbah Bolong, sempat cerita bahwa ikan selalu berzikir. “Makanya Gus Najib tidak mau makan ikan,” tuturnya.

Alkisah, Dzun Nun Almisri pernah menangkap ikan bersama putrinya.

Namun setelah berhasil menangkap, ikannya lantas dilepaskan oleh putrinya.

“Ikannya kan mau kita makan, kenapa dilepaskan?” tanya Dzun Nun.

Putri nya menjawab, dia melihat ikan itu berzikir. “Kita jangan makan makhluk yang berzikir,” ucap putri nya.

Lalu kita makan apa? Tanya Dzun Nun. Putri nya menjawab, kita pasrah saja pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Malamnya, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan hidangan dari langit. Sehingga mereka bisa makan.

Hal itu terjadi selama 12 tahun.

Dzun Nun mengira makanan itu turun karena ibadah nya. Namun setelah putri nya wafat, hidangan dari langit tidak lagi turun.

Baru Dzun Nun sadar, bahwa selama ini, hidangan itu turun karena putri nya.

Banyak orang cerita, ketika anaknya mondok/sekolah/kuliah, rezekinya buanyak. Tapi ketika anaknya sudah tidak mondok/sekolah/kuliah, rezekinya tidak lagi banyak.

Itu berarti rezeki banyak tadi memang untuk anaknya.

Saya punya dulur penjahit. Suatu ketika, anak pertamanya masuk Aliyah butuh bayar Rp 10 juta. Anak kedua masuk Tsanawiyah butuh bayar Rp 5 juta.

Dalam waktu singkat dia harus bayar Rp 15 juta.

Kersane Allah subhanahu wa ta’ala, saat itu pesanan jahitan buanyak. Dia minta semuanya bayar dimuka dan pas Rp 15 juta. Sehingga akhirnya dia bisa bayar sekolah dua anak nya.

Sriiiiiittt..

Kembali ke cerita Mbah Bolong.

“Gus Najib baru mau makan ikan setelah diajak Gus Dur,” kisahnya.

Ketika diajak makan ikan oleh Gus Dur, Gus Najib sempat menolak. “Ikan zikir kok dimakan, Gus?” Ucap Gus Najib.

Gus Dur lalu menjawab enteng. “Ini ikan sudah tidak zikir, makanya kita makan. Kalau masih zikir, ya tidak kita makan,” ucapnya.

Ikan itu zikir ketika masih hidup. Makanya kita tidak makan ikan hidup.

Ketika sudah dimasak, otomatis ikan itu sudah mati dan tidak lagi zikir. Maka nya kita makan.. hehehe

Itu persis dengan kita, manusia.

Ketika masih hidup, semut, cacing, ulat, tidak memakan jasad kita.

Namun ketika kita sudah mati, maka set, ulat, semut dan cacing akan memakan tubuh kita.

Hati kita juga demikian. Ketika diisi zikir, maka hati akan hidup.

Namun ketika hati tidak diisi zikir, maka hati akan mati sehingga dimasuki set dan ulat bernama sifat-sifat jelek

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring hati kita selalu hidup

simak Video Ngaji KH Husein Ilyas : Ngaji Rutin KH Husein Ilyas Mojokerto https://youtu.be/FzG-NxNuefI

__Terbit pada
21 November 2021
__Kategori
hikmah, Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *