Sen. Mei 16th, 2022
posisi-sholat-berjamaah-antara-imam. Ilustrasi (Credit: Freepik)

Saat ngisi pelatihan salat yang digelar Ranting NU Candimulyo di Masjid Ar Rohman Candi Indah, Ahad (13/3/2022), Dr Yusuf Suharto dari Aswaja Center Jatim, menjelaskan pentingnya imam mengedukasi makmum.

“Misalnya imam mau baca surat yang ada ayat sajadah dan mau melakukan sujud tilawah. Maka sebelum salat, itu harus diberitahukan dulu kepada makmum,” sarannya.

Agar ketika imam ditengah baca surat langsung sujud, makmum nya tidak kaget.

Mbah Bolong pernah cerita soal ini. Mbah Bolong punya rutinan ngisi pengajian di lapas Jombang.

Suatu ketika orang-orang penjara cerita.

Mereka  biasa salat duha dua rakaat salam. Dua rakaat salam.

Pada momen tertentu, ada imam dari luar.

Nah, imam ini salat Duha langsung empat rakaat. Makmum tidak diberi tahu sebelumnya.

Sehingga ketika imam bangkit berdiri setelah rakaat kedua, makmum kompak ngucap; Subhanallah….

Makmume ngiro, imame salah.. hehehe

KH Najib Muhammad Denanyar pernah cerita. Suatu ketika Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam memberi tahu jamaah akan membaca surat yang panjang dalam salat.

Namun ditengah salat, terdengar suara anak kecil menangis. Anak jamaah rupanya ada yang menangis.

Nabi langsung mempercepat salat nya dan tidak jadi membaca surat panjang.

Ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam sebagai imam selalu mengedukasi dan komunikasi dengan makmum.

Nabi sebagai imam juga tanggap dengan kondisi makmum.

Guru ngaji saya, Imam Masjid At-Taqwa Ngoro, KH Ridwan Alhafid (semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugerahi nya umur panjang dan kesehatan), juga selalu mengedukasi jamaah.

Jamaah diberi tahu, sebelum amin Fatihah, baca rabbigfirli waliwalidayya, lebih dulu.

Alhasil, jamaah yang asli orang situ sudah paham. Setelah waladdollin, jeda sebentar. Baca rabbigfirli waliwalidayya, baru amin.

Baca Juga  Meneladani Gus Dur

Jamaah musafir, tentu tidak paham itu. Sehingga pasti amin duluan.

Saya akhirnya niteni.

Jamaah yang amin duluan, pasti bukan orang situ..

Jamaah yang asli situ, jeda sebentar baca rabbigfirli waliwalidayya, baru amin serentak..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngamalaken.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.