JADI WALI ATAU DIHAPUS DOSA

Saat ngaji kitab tafsir Hidayatul Quran karyanya, Jumat (23/1/2026) pagi, Pengasuh PP Hidayatul Quran Darul Ulum Rejoso, sekaligus Ketua MUI Jombang, Dr KH Afifuddin Dimyati Alhafid (Gus Awis), menjelaskan pentingnya mengikuti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

’’Mengikuti Nabi bisa menjadikan kita sebagai wali, kekasih Allah, atau minimal menjadi kafarat menghapus dosa,’’ tuturnya.

Ini beliau sampaikan saat menjelaskan Surat Ali ‘Imran Ayat 31

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi), niscaya Allah mencintai dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Ayat ini menunjukkan dua hal yang akan diberikan Allah Ta’ala kepada orang-orang yang mengikuti Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Pertama, dicintai Allah Ta’ala alias menjadi kekasih Allah Ta’ala.
Kedua, dihapus dosa.

’’Yang kita pernah dengar ada hadisnya, laksanakan. Itu akan menjadikan kita kekasih Allah Ta’ala. Atau minimal menghapus dosa,’’ terangnya.

’’Kita pernah mendengar riwayat Nabi salat Duha, ya laksanakan salat Duha. Niat mengikuti Nabi, gitu saja,’’ tambahnya.

Bangun tidur membaca doa itu ikut Nabi. Masuk kamar mandi kaki kiri dulu, itu ikut Nabi. Baca doa sebelum buang hajat itu ikut Nabi. Pipis jongkok itu ikut Nabi.

Keluar kamar mandi kaki kanan dulu itu ikut Nabi.
Habis buang hajat baca doa itu ikut Nabi.

Salat qabliyah Subuh itu ikut Nabi. Salat Subuh itu ikut Nabi. Habis salat Subuh wiridan, zikir, baca Quran sampai terbit matahari itu ikut Nabi.

Salat Duha itu ikut Nabi.

Makan minum diawali doa, pakai tangan kanan dan dengan duduk, itu ikut Nabi.

Kerja cari rezeki halal itu ikut Nabi. Salat lima waktu itu ikut Nabi. Qabliyah bakdiyah itu ikut Nabi.

Mau tidur baca doa itu ikut Nabi.
Nabi pernah pesan kepada Aisyah radiyallahu anha agar sebelum tidur mengkhatamkan Quran. Caranya baca Surat Ikhlas atau kulhu tiga kali.

Minta maaf kepada semua orang mukmin. Caranya dengan baca istigfar lil mukminin wal mukminin.
Minta syafaat para nabi, caranya baca salawat.

Haji dan umroh, caranya baca zikir subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah Allahu akbar.

Nabi juga dawuh, agar rumah aman dari maling dan kebakaran, sebelum tidur bacalah bismillahirrahmanirrahim sebanyak 21 kali.

Dalam bermuamalah, bekerja, dan menjalankan tugas kita jujur, amanah, dan adil itu juga ikut Nabi.
Dalam bersikap kita toleran itu juga ikut Nabi.

Tidak mudah marah, mudah memaafkan, banyak mendoakan orang, dan banyak sedekah itu juga ikut Nabi.

Banyak baca Quran itu juga ikut Nabi.
Banyak baca salawat, istigfar dan zikir itu juga ikut Nabi.

Gus Awis pernah dawuh, Nabi itu kalau menjadi imam salat Jumat yang dibaca ada dua versi. Versi pertama, rakaat pertama usai Fatihah baca Sabbihis ma rabbikal a’la. Dan usai rakaat kedua baca Hal ataka hadisul gosiyah.

Versi kedua, rakaat pertama usai Fatihah baca Surat Aljumuah. Rakaat kedua usai Fatihah baca Surat Almunafiqun.

Saya pilih versi pertama. Tiap ngimami Jumat pasti baca Sabbihis dan Hal ataka.

Orang yang ngaku cinta pasti diuji.

Makanya hati-hati kalau istri bertanya; ”Mas, apakah kamu cinta aku?”
Pertanyaan ini pasti akan diikuti permintaan gede sebagai ujian. hehe

Setiap mau takbiratul ihram, seringkali setan membisiki; Gak usah baca Sabbihis dan Hal ataka nanti nyantol. Isin-isini.

Tapi alhamdulillah selalu saya lawan. Meskipun pernah juga nyantol. Tapi saya gak kapok karena berpegang dawuh guru; Kalau hafalan nyantol berarti kurang nderes.

Jadi setiap habis nyantol, nderesnya saya tambah. Nyantol lagi, nderes-nya ditambah lagi. Akhirnya tiap hari baca Sabbihis dan Hal ataka.

Ini contoh ujian cinta. Kalau kita kukuh mencinta, ya harus mau berkorban..

Dan berkorban demi cinta kepada Allah dan Rasulullah, itu bagus. Karena mendatangkan cinta Allah dan Rasulullah..

Kita harus mencintai Allah dan Rasulullah mengalahkan segalanya karena hanya Allah dan Rasulullah yang tetap bersama kita di kuburan dan akhirat..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *