sholat jamak

JAMAK SALAT KARENA HAJAT

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 188 di Masjid Arrohman Perum Pondok Candi Indah, Kamis (11/11/2021), ada jamaah yang tanya.

Kiai, saat kita sedang punya hajat. Misalnya nduwe gawe. Sejak pagi di make up. Pas Duhur seru-serune resepsi. Baru longgar saat sore, sudah masuk waktu Asar. Bolehkah menjamak salat?

Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menjawab tegas. “Menurut qoul yang sohih, tidak boleh,” tegasnya.

Namun ada qoul yang membolehkan. Yakni qoulnya Ibnul Mundzir dalam kitab Nihayatuz Zain.

“Ibnul Mundzir membolehkan salat jamak karena hajat, namun ada syaratnya. Yakni tidak boleh rutin, tidak boleh jadi kebiasaan,” ungkap nya.

Orang nduwe gawe kan tidak setiap hari. Seumur hidup paling nduwe hajatnya bisa dihitung dengan jari. Nah, saat nduwe hajat yang tidak rutin itulah boleh salat jamak.

Dengan ngaji, kita jadi tahu banyak qoul. Sehingga hidup semakin mudah.

Inilah pentingnya ngaji.

__Terbit pada
22 November 2021
__Kategori
Fiqih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *