Karomah Kiai Adlan Aly Isi Bahan Bakar Mobil dengan Air Kelapa

Sebagaimana biasa melekat pada ulama tarekat, kemampuan di luar kebiasaan atau karomah juga dimiliki Kiai Adlan. Di antaranya cerita Kiai Adlan saat mengendarai mobil dalam beberapa kali perjalanan. dikutip dari Laduni.id, satu waktu Kiai Adlan melakukan perjalanan untuk satu acara. Ia meminjam mobil milik juragan sate terkenal di Jombang, Haji Faqih.

Bertindak sebagai sopir ialah Ma’mun. Selesai acara sekira pukul 01.00 dini hari, Kiai Adlan langsung pulang. Di tengah jalan, sang sopir khawatir karena bahan bakar mobil menipis. Padahal, larut malam tidak ada SPBU dan toko bensin eceran yang buka.

“Mbah Yai, bensinnya habis. Lalu beli di mana? Kalau sudah jam sekian, tidak ada penjual bensin yang buka, Yai,” lapor sang sopir kepada Kiai Adlan.

Kiai Adlan kemudian keluar dari dalam mobil dan turun. Ia mendatangi pedagang kelapa muda yang masih buka. Beliau membeli air kelapa muda dua kantung plastik. Satu kantung diberikan kepada sopir agar diminum, satu kantung air kelapa muda satunya ditaruh di dekat mesin mobil.

“Ayo naik,” kata Kiai Adlan.

Tak disangka, indikator bahan bakar di mobil langsung penuh. Perjalanan pulang pun lancar dan selamat sampai tujuan.

Di waktu yang lain, Kiai Adlan hendak menghadiri acara di Jawa Tengah. Ia meminjam mobil milik Pengasuh Pesantren Tebuireng saat itu, KH Yusuf Hasyim. Yang mengemudi bernama Bari. Perjalanan pulang sesampai di Mantingan, oli mobil habis. Sang sopir melapor ke Kiai Adlan.

Mendengar itu, Kiai Adlan tetap meminta sang sopir agar meneruskan perjalanan. Ajaib, mesik olinya habis, mobil tetap berjalan normal dan sampai di Jombang tanpa mengalami kendala apapun.

Dalam satu perjalanan untuk menghadiri undangan di Bojonegoro, diceritakan Kiai Adlan meminjam mobil milik Pesantren Tebuireng. Yang mengemudi bernama Aji. Saat itu hujan turun. Di tengah jalan, ban mobil terperosok lubang yang dalam. Mobil pun mogok.

“Ya sudah, kamu di atas saja, saya turun,” kata Kiai Adlan kepada sopir begitu tahu apa yang terjadi.

Sang Sopir mengira Kiai Adlan akan mendorong mobilnya. Ternyata Kiai Adlan justru mengangkat mobil tersebut, sehingga bagian ban yang masuk ke lubang bisa keluar. Perjalanan bisa dilanjutkan dan menyisakan keheranan di hati Aji.(*)

Sumber: jatim.nu.or.id

__Terbit pada
12 September 2021
__Kategori
Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *