Sen. Mei 16th, 2022
wanita sholehah. islamidia.com

QS Albaqarah 187

هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ ۗ

Saat ngaji dalam rutinan Ahad Pahing di pondok nya (12/12/2021), Mbah Bolong menjelaskan maqolah Sayidina Ali karramaallahu wajhah.

“Salah satu kemuliaan laki-laki adalah punya istri yang nyocoki,” tuturnya.

Maksud nya nyocoki yakni bisa membuat si suami meningkatkan amal baiknya.

Biyen sebelum nikah jarang salat jamaah. Setelah nikah makin akas salat jamaah.

Biyen sebelum nikah jarang baca Alquran. Setelah nikah tiap hari baca satu juz.

Biyen sebelum nikah jarang salawatan. Setelah nikah tiap minggu salawatan.

Biyen sebelum nikah jarang sedekah. Setelah nikah tiap hari sedekah.

Biyen sebelum nikah jarang salat tahajud dan Duha. Setelah nikah istiqamah salat tahajud dan Duha.

Biyen sebelum nikah jarang ikut pengajian. Setelah nikah akas ikut pengajian.

Mendapatkan istri yang nyocoki tentu tidak mudah.

Maka nya ada laki-laki yang pasca menikah, ibadah nya justru menurun.

Dulu sebelum menikah, aktif ngurusi jam’iyah, setelah menikah babar blas gak tahu metu.

Makanya jelang boyong dari Pesantren Luhur Malang, saya sampaikan ke teman-teman pondok.

Salah satu yang saya gelani yakni tidak bisa memboyong santriwati Pesantren Luhur..

Sebab saya membayangkan, esok, awan, bengi digembleng dengan hal yang sama.

Dicekoki semangat berjuang yang sama.

Mestinya kalau rumah tangga, visi misinya sudah sama..

Saya juga selalu ngompori agar anak-anak IPNU menyelamatkan kader.

Kalau bisa, anak IPNU cari istri anak IPPNU. Biar bisa terus aktif ngurusi NU.

Sebab sudah banyak contohnya. Anak IPNU menikah tidak dengan anak IPPNU. Akhirnya oleh si istri gak boleh lanjut ngurusi Ansor maupun NU.

Anak IPPNU yang tidak menikah dengan anak IPNU juga demikian. Banyak yang akhirnya dilarang terus aktif di NU. Sehingga tidak bisa lanjut aktif di Fatayat NU.

Baca Juga  Tugas Syuriyah NU Ngeloni Masjid Mushola

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Nikah adalah separuh agama.

Makanya harus cari pasangan yang pas, yang bisa membuat agama kita makin sempurna.

Pengasuh Pesantren Luhur Malang, almarhum Prof DR KH Ahmad Mudlor, salah satu menantu nya tentara.

Ketika anaknya bilang mau dilamar oleh si tentara, Abah Mudlor hanya tanya satu hal. Salat Subuh nya qunut apa ndak?

Ketika dijawab qunut, maka diterima.

Nurut saya ini bentuk mengamalkan hadis Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam, kalau nikah, utamakan milih dengan kriteria agama.

Almarhum KH Romdhon Nawawi, pembina PMII Komisariat Brawijaya Malang bahkan pernah berkata; Hanya mau nerima menantu PMII.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita pasangan yang nyocoki, bukan nyocotan.. hehehe

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.