Kam. Des 1st, 2022
KH-Ma'ruf-Amin. (Times Indonesia)

Saat ini, dunia digitalisasi sangatlah penting. Digitalisasi akan terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. Mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua harus melek digitalisasi, tak terkecuali santri.

Melansir dari Times Indonesia, Wakil presiden RI, KH Ma’ruf Amin memberikan motivasi ribuan santri Darul Ulum Rejoso Jombang agar memahami akan dunia digitalisasi saat kunjuangan kerja ke Kabupaten Jombang, Jumat (3/6/2922).

Menurut Kiai Ma’ruf, diera modern yang serba banjir informasi ini, santri harus bisa mengikuti perkembangan zaman, terutama dibidang teknologi informasi yang serba digital

“Yang tak kalah penting selain ilmu agama, santri harus belajar teknologi informasi. Sebab di zaman sekarang semua serba digital,” tutur KH Ma’ruf Amin saat sambutan usai menunaikan shalat Jumat di Masjid Ponpes Darul Ulum.

Selain itu, menurut pandangnya, menjadi santri merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Sebab sudah banyak bukti bahwa seorang santri bisa menjadi apapun (profesi) yang diinginkan.

Orang nomer dua di Indonesia itu juga mencontohkan dirinya yang juga berawal dari seorang santri yang kini diamanahi menjadi seorang Wakil Presiden RI.

“Tidak hanya saya, banyak contohnya Gus Dur juga santri bisa jadi presiden, Gubernur juga ada, Bupati juga ada,” jelas Mantan ketua MUI pusat itu.

Dengan kerendahan hatinya, Kiai Ma’ruf juga mendoakan para santri agar kelak bisa memimpin bangsa Indonesia. “Mudah-mudahan santri Darul Ulum ada yang jadi pemimpin atau Presiden kelak,” ucapnya.

Sontak, dengan penuh semangat disaut oleh ribuan santri dengan kata “Amiin” secara bersamaan.

Kiai Ma’ruf juga mengingatkan agar santri tidak terlena dengan keberhasilan yang telah diraih dibidangnya masing-masing.

“Tetap belajar dengan tekun dan meniatkan sesuatu karena Allah SWT,” ujarnya.

Baca Juga  LAZISNU Malang Raya Himpun Donasi untuk Palestina

“Namun, jangan pernah niat jadi Presiden, Menteri, Gubernur tapi niatkan semua karena Allah SWT,” sambungnya.

KH Ma’ruf Amin yakin, bahwa perjuangan menjadi santri di Pondok Pesantren tidak mudah untuk dilalui. Ada suka duka yang harus dihadapi saat mondok. Namun, dengan keikhlasan dan perjuangan itulah yang akan mengantarkan kesuksesan seorang santri.

“Di pondok itu memang tidak enak dan penuh perjuangan tapi itu salah satu kunci suksesnya. Digembleng dan dididik agar bisa menjadi manusia yang berguna kelak di masyarakat,” tuturnya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *