riya

Ladang Riya’

Ada lima ladang riya’, yaitu :

  1. Riya’ dalam agama di dalam penampakan badan.
    Misalnya dengan menampakkan kekurusan dan kepucatan agar terbentuk citra diri sebagai orang yg amat lelah berjuang, amat bersedih dan takut akherat.
    Dengan kekurusannya ia hendak menunjukkan bahwa dirinya makan amat sedikit. Dengan kepucatannya ia hendak menujukkan bahwa dirinya selalu begadang utk beribadah. Dengan rambut yg acak2an dan tak terurus ia hendak menunjukkan bahwa dirinya telah banyak menghabiskan seluruh waktunya dalam peribadatan. Karena apabila sesorang tampak dengan tampilan tubuh seperti itu, ia mengira orang2 akan menganggapnya suci.

Demikian pula misalnya merendahkan suara, melayukan kedua mata, dan mengeringkan bibir utk menunjukkan bahwa dirinya banyak puasa. Ini adalah riya’ ahli agama.
Adapun ahli dunia, riya’ dilakukan dengan menampakkan tubuh yg tegap, kulit yg bersih, postur yg seimbang dan wajah yg cerah.

  1. Riya’ dengan pakaian dan penampilan.
    Riya’ ahli agama dalam hal pakaian dan penampilan ini misalnya dilakukan dengan mengenakan baju usang, menundukkan kepala utk menunjukkan ketenangan, tenang dalam gerakan, mengentalkan bekas sujud di kening, mengenakan pakaian kasar, menganakan pakaian bertambal dan memendekkan lengan baju.
    Semua itu dilakukannya utk menyerupai tingkah orang2 shaleh yg amat takut kepada Allah ta’ala.

Sedangkan riya’ ahli dunia dalam hal ini dilakukan mengenakan pakaian mahal, kendaraan mewah, memakai beragam perhiasan, modis, perkakas rmah yg terbuat dari perak, emas, sutera dan sbagainya.

  1. Riya’ dengan ucapan.
    Diantaranya adalah riya’ para penceramah dan penasehat, misalnya riya’ dengan berbicara hikmah, menghafal berbagao khabar dan atsar tetang orang2 saleh utk diungkapkannya di majelis2 demi menampakkan diri sebagai orang yg berlimpah ilmu, utk menunjukkan bahwa dirinya amat berpegang teguh pada pendapat salaf saleh.
    Yang lainnya misalnya banyak mengucap kalimat dzikir dihadapan orang banyak, sementara hatinya lalai dari dzikir, ini riya’ ahli agama.

Adapun riya’ ahli dunia, misalnya dilakukan dengan menghafal banyak syair dan perumpamaan2, belagak fasih dengan berbagai ungkapan yg indah, selalu mengunakan kalimat2 yg sesuai tata bahasa, menghafal gramatika dan tata bahasa agar bisa menyombongkan diri dan angkuh dengannya.

  1. Riya’ dengan amal.
    Riya’ ahli agama dalam hal ini misalnya dilakukan dengan memperpanjang waktu berdiri dalam sholat, memperbanyak dan memperlama sjud dan rukuk, menundukkan kepala, tdk banyak berpaling, menampakkan ketenangan dan ketentraman. Demikian pula dengan riya’ ahli agama dengan puasa, dengan bersedekah memberi makan orang2 miskin, merunduk dan mengatupkan kelopak mata seperti yg tunduk patuh kepada Allah.

Adapun riya’ ahli dunia dalam hal ini misalnya, dilakukan dengan sikap congkak saat berjalan, menggerakkan kedua tangan, memperpendek jarak langkah, memegang ujung2 baju utk menunjukkan kepangkatan dan kewibawaan.

  1. Riya’ dengan banyaknya kawan dan pendukung, dengan banyaknya pengunjung dan koneksi, dengan banyaknya murid dan santri. Dia riya’ dengan semua itu, agar terbentuk citra diri sebagai orang yg memiliki banyak pelayan dan murid, banyak orang yg mengunjunginya utk bertabarruk dan bolak-balik menyambanginya utk memenuhi hajat mereka.

Itulah ragam bentuk riya’ dan ladangnya, semuanya membahayakan, kecuali yg murni dimaksudkan untuk memperoleh ridlo Allah ta’ala, yg terbebas dari berbagai campuran dan lepas dari berbagai kepentingan tersebut.

Walohu a’lam.

Tashfiyatul Qulub
Kyai Nur H

__Terbit pada
18 November 2020
__Kategori
hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *