Sen. Mei 16th, 2022
Amalan NIsfu Syaban

Saat Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 203 di Musala Al Ikhlas Nglundo Utara, Kamis (24/2/2022), ada jamaah yang tanya.

Kiai, jamaah Duhur dan Asar itu imam nya kan baca Fatihah secara siri. Nah, ada makmum yang menangi takbir bersama imam. Makmum baca doa iftitah belum selesai, imam nya sudah rukuk.

Dalam kondisi seperti itu, apa yang harus dilakukan makmum?

Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, Kiai Muhammad Soleh menjawab; “Si makmum itu wajib baca Fatihah dulu, baru rukuk,” tuturnya.

Karena Fatihah itu rukun yang tak boleh ditinggalkan dalam salat.

Ketika imam sudah iktidal, makmum masih rukuk tidak apa-apa. Yang penting makmum tidak ketinggalan dua rukun.

Ketinggalan dua rukun itu contohnya, makmum baru rukuk, imam sudah sujud.

“Agar tidak terjadi makmum ketinggalan Fatihah seperti itu, makmum harus cepet kalau baca doa iftitah,” saran Kiai Soleh.

Disisi yang lain, imam juga jangan terlalu cepat. Imam tetap baca doa iftitah, Fatihah dan surat pendek secara standar.

Kalau salat Duhur Asar sendirian baca surat pendeknya kulhu satu kali. Kalau jadi imam ya bisa baca kulhu tiga kali. Untuk jagani makmum yang lambat baca doa iftitah tadi.

Kiai Soleh pernah menjelaskan, untuk jadi imam memang ada etikanya. Tidak boleh terlalu cepat. Juga tidak boleh terlalu lambat.

Pas salat sendirian, ketika rukuk atau sujud kita boleh baca tasbih satu kali atau maksimal 11 kali.

Tapi kalau pas jadi imam, baca tasbih nya yang sedengan yakni tiga kali.

Makmum yang menangi takbiratul ihram bersama imam seperti penanya diatas akan diberi Allah subhanahu wa ta’ala banyak anugerah.

Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa bersabda; Takbir pertama yang diikuti seorang makmum bersama imam, itu lebih baik daripada seribu kali ibadah haji umrah.

Baca Juga  Perbedaan ijtihad Imam Syafi'i dan Imam Nawawi

Dia mendapat pahala seperti pahala orang yang bersedekah emas seberat Gunung Uhud kepada orang- orang miskin.

Setiap rakaat ditulis sebagai ibadah satu tahun.

Allah menetapkan untuknya dua kebebasan, yaitu bebas dari neraka dan bebas dari kemunafikan.

Dia tidak akan mati sehingga melihat tempat nya di surga. Dan dia akan masuk surga tanpa hisab.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget istiqamah salat jamaah..

 

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.