kh taufiq

MALAIKAT MUNKAR NAKIR KALAH DENGAN GURU

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes, syarah Minjahul Abidin Imam Ghozali, Rabu (27/10/2021) pagi, Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid, menceritakan wali Allah yang bisa ngerjai malaikat Munkar dan Nakir dalam kubur.

“Disebut Munkar Nakir karena semua orang ingkar, tidak percaya ada makhluk menakutkan seperti itu,” tutur Kiai Taufiq.

Uwelek. Suwerem. Matanya mendolo keluar. Suaranya koyok bledek. Kalau ngomong dari mulutnya keluar api. Tangannya pegang godo dari besi..

Kalau kita pernah membayangkan makhluk yang jelek, serem dan menakutkan, maka Munkar Nakir itu serem nya gak ketulungan. Yo gak kebayang..

Saat ketemu dengannya, orang akan membatin; Kok iso Gusti Allah subhanahu wa ta’ala gawe makhluk uwelek n suwerem koyok ngene..

Sayidina Umar saja takut. Padahal setan saja takut pada Sayidina Umar..

Tapi Sayidina Umar sudah pernah menggertak Munkar Nakir; “Aku saja takut melihat rupamu. Setelah ini, kalau mengintrogasi orang mukmin, jangan dalam bentuk yang menyeramkan!”

Kita Taufiq cerita, ada wali Allah yang kerjanya tiap hari ngajar kitab.

Ketika wali itu wafat, kuburnya oleh Allah dipenuhi kitab.

Ndadak Munkar Nakir moro-moro nylonong nakoni; Man rabbuka (siapa Tuhanmu)?

Munkar Nakir langsung disodok oleh wali tadi.

Saking bantere olehe nyodok, sampai mata Munkar Nakir yang mendolo keluar langsung mlesek kedalam..

Itulah keistimewaan orang yang istiqamah ngajar.

Sampai-sampai kuburan nya pun oleh Allah dihiasi kitab.

Munkar Nakir sing kenemenen..

Wis eroh wong mulang kitab ngenalno Gusti Allah lan hukum-hukume Gusti Allah kok isik ditakoni Tuhanmu sopo.

Mudah-mudahan Allah paring kita termasuk golongan niku..

Di Sirojut Tolibin juga disebut kan; Allah mewahyukan kepada Nabi Musa; Belajar lah kebaikan dan ajarkan lah pada manusia. Karena Aku menerangi kubur orang yang mau mengajar dan mau belajar.

Makanya Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam mewajibkan kita terus belajar hingga mati. Agar sak wayah-wayah mati, kubur kita padang..

Mugi Allah paring kita saget ngelampahi….

وَلَقَدْ كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَكَيْفَ كَانَ نَكِيرِ

Kyaku.com

__Terbit pada
27 Oktober 2021
__Kategori
Amalan, Fiqih, hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *