Maulid

Maulud Nabi Makan Kepala Kambing

Saat Gus Ipul jadi Wagub Jatim, saya sering meliput kegiatan nya di Jombang.

Suatu ketika, Gus Ipul menghadiri peringatan maulid Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam yang diadakan Kiai Jamal di Sambong.

Habis sambutan, Gus Ipul dipersilahkan ramah tamah. Saya pun ikut ramah tamah.

Diantara buanyak makanan yang disuguhkan, saya melihat ada dua kepala kambing utuh.

Saya yakin, apapun yang dilakukan kiai, pasti ada kitab nya.

Belakangan, saya menemukan kisah di kitab yang ditulis Kiai Jamal. Baik di kitab Alhikayat yang berbahasa Arab. Yang sempat dibacakan Kiai Jamal dalam kilatan Ramadan.

Maupun di buku Hikayat Sufi yang ada Arab – Indonesia nya. Yang baru terbit awal 2021.

Disitu ada kisah Jabir bin Abdillah. Saat menggali parit di perang Khondaq, Jabir melihat Rasulullah menahan lapar.

Jabir lalu pulang dan bertanya kepada istrinya. “YaNk, adakah makanan yang bisa disediakan untuk Nabi?”

Istri nya menjawab, ada sedikit makanan dan anak kambing (cempe). “Yowis, cempe itu aja disembelih.”

Si istri lantas masak. Dan Jabir kembali membantu nabi.

Sekiranya masakan sudah matang, nanti Jabir akan mengajak Nabi makan ke rumahnya.

Diluar dugaan, dua anak Jabir yang masih kecil praktik sembelih menyembelih.

“Dik, dik, apa kamu tahu tadi nyembelih kambing nya seperti apa?” “Tidak tahu, Cak.”

“Ayo kene tak praktikno.” Si kakak lantas mengambil pisau dan menyembelih adiknya. Darah mengucur deras.

Si ibu yang melihat itu langsung kaget. Si kakak yang ketakutan sontak lari. Kersane Allah, ndilalah, kecemplung pawonan, terbakar dan mati.

Bu Jabir sabar dan rida menerima kenyataan itu.

Dua anaknya yang mati dibawa ke kamar. Dikemuli seperti sedang tidur.

Bu Jabir melanjutkan masak kambing.

Pas kambing mateng, Pak Jabir pulang bersama Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Nabi diaturi dahar. Nabi bilang; “Jabir, panggil dua anakmu kemari. Aku ingin makan bersama mereka.”

Jabir menoleh ke istri nya. Anak-anak kemana, Bu? “Sedang tidur di kamar,” jawab Bu Jabir.

Nabi bilang; Aku tidak akan makan kecuali ditemani kedua anakmu.

Jabir lantas ke kamar hendak membangun kan anaknya.

Setelah masuk kamar anaknya. Jabir langsung membuka selimut yang menutupi keduanya..

Jleng, jleng…

Jleng, jleng..

Jleng, jleng..

Jabir melihat kedua anaknya tidur saling memeluk. Jabir membangunkan keduanya. Dan mengajak keduanya ikut makan bersama Nabi..

Nabi lalu berkata kepada Jabir. “Jabir, tahukah kamu apa yang dikabarkan malaikat Jibril kepada ku?”

Jabir menjawab tidak tahu.

Nabi lantas menceritakan kisah yang dialami kedua anaknya tadi.

Mendengar itu, Jabir sangat bersyukur dan bolak-balik ngucap Alhamdulillah..
Alhamdulillah..
Alhamdulillah..

Saya membaca kisah itu berulang-ulang..

Setiap kali membacanya, saya jadi semangat sedekah untuk Dibaan maupun salawatan..

Ee… Kanti mbancaki Kanjeng Nabi, mugo-mugo
musibah yang mestinya mengenai kita, diganti oleh Allah subhanahu wa ta’ala..

Sebagaimana Allah mengganti musibah yang mestinya menimpa keluarga Jabir..

Selamat datang bulan Maulud.

Selamat datang bulan kelahiran Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam..

Mugi Allah paring kita bisa muludan..

Mugi Allah paring kita bisa mbancaki Kanjeng Nabi..

Masio gak mbelih cempe, mugi Allah paring kita bisa sedekah yang terbaik sesuai kemampuan kita.

__Terbit pada
7 Oktober 2021
__Kategori
Amalan, Fiqih, hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *