aurat

Melihat Aurat Perempuan Menjadi Penyebab Suul Khatimah

Membahas soal perempuan, ada kaitannya dengan pembahasan soal aurat perempuan, bagaimana rambu-rambu agar kita selamat dunia akherat. ada sebuah cerita agar kita terhindar dari maksiat.

Seorang juru adzan; Abdullah bin Ahmad bercerita: Suatu hari, aku sedang melaksanakan ibadah thawaf di Ka’bah. Seketika, pandanganku terfokus kepada seseorang yang sedang berdoa didekat kain penutup Ka’bah, dia berdoa: “Wahai Tuhanku, keluarkan aku dari dunia sebagai seorang muslim”. Dia tidak menambah doa yang lain.

Aku pun bertanya: “kenapa kamu tidak menambah doa yang lain?”. Dia menjawab: “seandainya kamu tahu ceritaku, pasti kamu akan menerima alasanku”.

Aku pun dilanda rasa penasaran bertanya: “bagaimana kisahmu?”.

Dia mulai bercerita: “saya memiliki dua saudara. Yang paling besar merupakan seorang juru adzan, dia sudah mengumandangkan adzan selama 40 tahun secara cuma-cuma. Ketika kematian sudah berada dihadapannya, ia meminta sebuah Al-Qur’an.

Kami mengira bahwa ia akan mencari keberkahan dengan Al-Quran, ketika ia mengambilnya, ia justru bersaksi bahwa dia berlepas keyakinan dari al-Qur’an dan kemudian pindah agama menjadi Nasrani, kemudian ia wafat dengan agama Nasrani”.

“Ketika saudaraku yang besar sudah selesai dikubur, saudaraku yang kecil menggantikan kakaknya, dan dia adzan selama 30 tahun. Ketika menjelang wafat, ia melakukan hal yang sama seperti kakaknya dahulu, dan wafat dengan agama Nasrani.

Aku sangat takut menjadi seperti mereka berdua, oleh karena itu aku berdoa kepada Allah untuk menjaga agamaku”.

Aku yang terheran-heran dengan ceritanya bertanya: “memangnya apa amalan mereka?” Dia menjawab: “mereka berdua sering mengintip aurat perempuan, dan senang melihat laki-laki tampan yang belum berjanggut (Amrad).

Kitab Tafsir Ruh al-Bayan jilid 2 hal 318 (Maktabah Syamilah).

kang Yanu

__Terbit pada
13 Oktober 2020
__Kategori
Opini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *