mbah bolong

Menolak Ramalan Jelek

Kyaiku.com – Saat ngaji usai salat Duhur di masjid Polres Jombang, Rabu (24/2), Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan cara menolak ramalan jelek. ’’Ketika diramal jelek, berdoalah seperti dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW,’’ sarannya.

Suatu ketika Rasulullah SAW ditanya tentang ramalan. Rasulullah SAW menjawab; Yang paling mendekati benar adalah yang memberikan harapan. Ramalan tak dapat menghalangi seorang Muslim. Bila kamu melihat tanda-tanda yang tak kamu sukai dari sebuah ramalan, hendaklah kamu berdoa. Allahumma la ya’ti bil hasanati illa anta, wa la yadhabu bis sayyi’ati illa anta, wa la haula wa la quwwata illa billah. Ya Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau. Tiada pula yang menghilangkan keburukan kecuali Engkau. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah.

Mbah Bolong menjelaskan, takdir Allah ditulis di lauh mahfud. Sebagian takdir itu oleh Allah dibocorkan ke malaikat. Nah, iblis sering mencuri dengar takdir manusia. Lalu diberitahukan kepada dukun atau peramal. ’’Tapi yang disampaikan iblis sering bohong. Dan iblis tak pernah mau gratisan,’’ terangnya.

Iblis selalu minta tumbal. Makanya dukun juga minta tumbal.’’Dukun adalah nabinya iblis. Utusannya iblis,’’ ucapnya. Iblis pernah protes kepada Allah. ’’Di dunia ada nabi, lalu siapa nabiku?’’ kata iblis? Allah menjawab, nabinya iblis yakni dukun. ’’Orang yang pergi ke dukun, salatnya 40 hari tidak akan diterima,’’ bebernya. Sebaliknya, orang yang tidak pergi ke dukun bisa masuk golongan orang-orang yang masuk surga tanpa hisab.

Mbah Bolong menyampaikan, orang yang akan kena musibah oleh Allah biasanya diberi isyarat melalui mimpi. ’’Rasulullah menganjurkan; jika kita mimpi buruk, bangunlah lalu meludah ke kiri tiga kali. Agar terhindar dari mimpi itu,’’ paparnya. Dalam Islam, semua ada solusinya. Untuk menolak kesialan pun ada caranya. Menolak ramalan jelek dengan doa diatas. Menolak mimpi buruk dengan bangun dan meludah ke kiri tiga kali.’’Untuk menolak penyakit menular seperti korona pun Rasulullah sudah memberikan caranya,’’ urai Mbah Bolong.

Caranya, yang sakit jangan kemana-mana. Dan yang sehat jangan ketemu dengan orang yang sakit. ’’Rasulullah dawuh; larilah kamu dari kusta seperti kamu lari dari singa. Jadi memang yang sakit harus isolasi. Yang sehat jangan mendekat,’’ bebernya.

Itu berarti yang dilakukan pemerintah sekarang sudah tepat. Diminta mengurangi kerumunan agar yang sakit dan sehat tidak kumpul. Yang sakit disuruh isolasi. Dan yang sehat mobilitasnya dibatasi agar tidak ketemu dengan yang sakit. ’’Yang dilakukan pemerintah dan kepolisian dan menangani korona ini sudah sesuai dengan ajaran Rasulullah Muhmmad SAW,’’ pungkasnya.

__Terbit pada
26 Februari 2021
__Kategori
hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *