foto nisfu syaban

NISFU SYAKBAN

Kyaiku.com – Saat pengajian Ahad pahing MWC NU Jombang di Masjid Petengan Tambakberas (7/3/2021), Pengasuh PP Sunan Ampel KH Taufiqurrahman Muchid menyampaikan pentingnya menghidupkan malam nisfu Syakban dengan ibadah. “Orang yang tidak menghidupkan malam nisfu Syakban tidak akan bisa menangi Lailatul Qadar di bulan Ramadan,” tuturnya.

Kiai Taufik lalu cerita. Suatu ketika ada orang tanya padanya; kapan Lailatul Qadar Ramadan tahun itu jatuh?

Kiai Taufik lalu menyampaikan, menurut teori yang ada di kitab, Lailatul Qadar tahun itu dimalam sekian.

Orang itu lalu sengaja mapak. Namun bulan sebelumnya dia tidak menghidupkan malam nisfu Syakban

Nah, pas malam yang diprediksi Lailatul Qadar, ternyata hujan. Orang yang mapak pun ketiduran sampai Subuh. Sehingga tidak bisa qiyamullail. Padahal malam itu hujannya hanya sebentar.

Kiai Taufik mengatakan, diantara tanda Lailatul Qadar; pagi usai Lailatul Qadar, air laut menjadi tawar beberapa saat. Karena habis diinjak malaikat.

Pagi itu, orang tadi mengecek air laut dan ternyata betul tawar. Dia pun nyesel tidak memperoleh Lailatul Qadar. Karena tidak menghidupkan malam nisfu Syakban.

Sriiiitttttt…

Saat ngaji kitab Nasoihul Ibad di masjid Polres Jombang, Rabu (24/3/2021), Mbah Bolong cerita.

Allah mengampuni semua orang pada malam nisfu Syakban. Kecuali dukun, tukang sihir, pendendam, orang yang bermusuhan, pemabuk serta anak yang durhaka pada orang tua.

Mbah Bolong cerita, suatu ketika, Nabi Isa alaihissalam berjalan ke gunung. Dalam perjalanan itu, Nabi Isa melihat batu yang putih. Batu itu lantas terbuka dan didalamnya ada orang beribadah serta memiliki persediaan makanan dan minuman.

Orang itu cerita, sudah 400 tahun ibadah di dalam batu tersebut dan tiap waktunya makan muncul makanan dan minuman. ’’Didalam batu, tapi masih bisa makan minum. Ini karena kehendak Allah,’’ tegas Mbah Bolong. Dengan kehendak Allah pula, kita akan bisa selamat dan memperoleh rezeki meski ditengah pandemi.

Nabi Isa pun kagum dan bertanya kepada Allah; adakah yang lebih mulia dari dia?

Allah lalu mewahyukan, umat Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam yang mau ibadah malam nisfu Syakban jauh lebih mulia dibanding orang itu.

Makanya pada malam nisfu Syakban, kita diajari salat sunat mutlak. Kemudian membaca Yasin tiga kali lalu berdoa agar tetap iman, panjang umur dan diberi rezeki yang luas dan barokah.

Sruuuuutttttttt…

__Terbit pada
28 Maret 2021
__Kategori
Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *