Kam. Des 1st, 2022

QS Albaqarah 222

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Saat ngaji kitab Sirojut Tolibin karya Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri, syarah Minjahul Abidin karya Imam Ghozali, Kamis (6/1/2022), Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang, KH Taufiqurrahman Muchid menjelaskan pentingnya tobat.

“Sifat mukmin itu tobat. Sifat muqorrobin itu inabah. Sifat nabi dan rasul itu aubah,” tuturnya.

Semuanya maksudnya tobat. Hanya pola dan intensitas nya saja yang beda.

Nabi, wali dan mukmin pasti selalu tobat. Karena tobat adalah awal semua maqom.

Maqom itu derajat seseorang dihadapan Allah subhanahu wa ta’ala.

“Orang yang tobat akan punya maqom,” kata Kiai Taufiq.

Sedangkan orang yang tidak mau tobat tempat nya di makam.

Maksud nya, orang yang tidak mau tobat itu seperti orang mati. Karena kebaikannya sudah tidak bisa bertambah.

Kiai Taufiq menjelaskan, aubah itu maknanya terus nyambung dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Hatinya tak pernah lepas dari Allah walaupun hanya sedetik.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam walau pun matanya tidur, hatinya tak pernah tidur. Hatinya terus nyambung dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Laisa yatahassaru ahlul jannah illa ala sa’atin marrot bihim lam yadkurullah fiha.

Para penghuni surga itu tidak menyesal kecuali atas waktu yang terlewat tanpa zikir.

Oia, di ruang tamu ndalem KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas ada kaligrafi hadis diatas.

Para wali Allah subhanahu wa ta’ala, betul-betul sesuai hadis diatas.

Seper sekian detik saja tidak ingat Allah, mereka sangat menyesal.

Saat ngisi ngaji bulanan PW Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di kantor PW GP Ansor Jatim Selasa (4/1/2022), Buya DR Arrazy Hasyim cerita pernah ketemu wali Allah.

Baca Juga  SALAT HAPUS DOSA NON ADAMI

Dan diceritani, betapa mereka selalu ingat Allah dalam setiap waktu. “Saya pernah ketemu wali yang menyatakan, seper sekian detik saja tidak ingat Allah, mereka sangat menyesal seperti telah melakukan zina,” ucapnya.

Karena terus nyambung dengan Allah, tidak heran jika Sayidina Ali karramaallahu wajhah bisa mengatakan…

Ma roaitu syaian illa raitullah qablahu.

Aku tidak melihat sesuatu melainkan aku melihat Allah sebelum sesuatu itu…

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget meneladani

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *