maulid

PAHALA GANDA PANITIA KEGIATAN

Saat ngaji dalam rutinan Majelis Dzikir & Shalawat Rijalul Ansor Ranting Banjardowo di Masjid Baiturrahim Sumberwinong, Ahad (26/9/2021), Kiai Masduki, menjelaskan keutamaan merintis kebaikan. Serta jeleknya merintis keburukan.

“Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang merintis kebaikan maka baginya pahala kebaikan itu dan pahala orang-orang yang mengikutinya. Tanpa mengurangi pahala orang yang mengikuti tersebut,” tuturnya.

Kiai Masduki mencontohkan Majelis Dzikir & Shalawat Rijalul Ansor Banjardowo itu.

Pengurus yang merintisnya akan dapat pahala majelis itu. Misalnya pahalanya 100. Maka pengurus akan dapat pahala 100.

Lha kok akeh orang yang mengikuti majelis itu. Misalnya yang ikut seribu. Maka pengurus juga akan dapat pahala 100 X seribu. Tanpa mengurangi pahala orang yang ikut tadi.

Lha kok majelis itu ada yang meneruskan sampai kiamat. Maka pengurus yang merintis akan terus dapat kiriman pahala sampai kiamat.

Sebanyak orang-orang yang mengikutinya sampai kiamat. Tanpa mengurangi pahala orang-orang yang ikut.

Tiap rutinan Rijalul Ansor Banjardowo, Kiai Masduki pasti membagikan selembar kertas berisi materi yang beliau sampaikan.

Materi bulan lalu beliau ambilkan dari kitab KH Hasyim Asy’ari.

Nurut saya, ini pas dengan mars Rijalul Ansor; Paling terdepan menjaga literatur ahlussunah wal jamaah annahdliyah.

Sehingga Rijalul Ansor Banjardowo pantas menjadi percontohan..

Monggo rawuh Rijalul Ansor Banjardowo Ahad (21/11/2021) malam ini di Masjid Nurul Huda utara SMPN 4 Jombang..

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam juga bersabda, orang yang merintis keburukan akan mendapat dosa keburukan itu. Juga dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosanya.

Imam Syafi’i dawuh; nafsumu jika tidak kamu sibukkan dengan kebaikan, maka akan menyibukkan mu dengan keburukan..

Maka kita harus banyak merintis dan melakukan kebaikan, biar lali dari keburukan

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi

__Terbit pada
21 November 2021
__Kategori
Fiqih, hikmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *