Panen Perdana Melon Inthanon di Green House Pesantren Minhadul Ulum Pesawaran

Pesawaran, NU Online

Di pesantren, santri tidak melulu belajar ilmu agama. Santri juga diajarkan berbagai disiplin ilmu dan keterampilan yang bisa menjadi bekal nanti terjun di tengah-tengah masyarakat. Di antaranya adalah bekal ilmu pertanian dan ekonomi bisnis yang diberikan di Pesantren Minhadul Ulum, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Di pesantren ini, para santri sudah diberikan fasilitas Green House yang di dalamnya ditanami varietas melon yang memiliki prospek pemasaran yang baik yakni Melon Inthanon. Melon Inthanon merupakan varietas dari Thailand dengan ciri khas kulit kuning keemasan, tekstur kulit cantik, dan daging buah yang segar dan menarik. Tekstur daging buahnya pun lembut dan renyah.

Pada Jumat (18/6), Pesantren Minhadul Ulum melakukan panen perdana Melon Inthanon yang dihadiri oleh beberapa mitra pesantren seperti Bank Indonesia Lampung, Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren) Lampung, Pusat Inkubator Bisnis Politeknik Universitas Lampung, dan elemen terkait.

Pengasuh Pesantren Minhadul Ulum Amin Udin el-Hady mengatakan bahwa hasil panen melon perdana di Green House tersebut langsung tersedot ke pasaran. Hasil panen perdana ini menurutnya langsung dibeli oleh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq Bandung dan akan dipasarkan di beberapa supermarket modern, terutama di jaringan Superindo.

Gus Amin menambahkan bahwa pembinaan ekonomi di pesantrennya menjadi salah satu kurikulum unggulan yang menggandeng beberapa mitra guna mendalami pertanian berbasis digital. Green House Melon Inthanon ini menjadi salah satu wujudnya yang menurutnya baru lima pesantren di Lampung yang memilikinya.

“Ada lima pesantren di Lampung yang pada periode pertama mendapatkan program ini, yakni Pesantren Al-Hamid Mathlaul Anwar Cinta Mulya, Pesantren Minhadlul Ulum Trimulyo Pesawaran, Pesantren Ushuluddin Kalianda, Pesantren Darul Ishlah Unit 2 dan Pesantren Roudhotussholihin Padang Ratu,” ungkapnya.

Keberhasilan panen Melon Inthanon ini pun mendapat apresiasi dari Kepala BI Lampung Budiharto yang langsung hadir pada acara tersebut. Menurut Budi, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa santri bukan hanya mampu menuntut ilmu agama semata, namun disiplin ilmu lainnya pun mampu dikuasai.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga dengan keberhasilan panen perdana di Green House Minhadlul Ulum ini. Ini membuktikan bahwa santri tidak hanya bisa ngaji fikih tetapi juga bisa ngaji sugih,” tegasnya.

Kehadiran BI dalam dunia pesantren ini menurut Budiharto adalah sebagai bukti pengabdian Bank Indonesia sebagai salah satu Bank Sentral Republik Indonesia yang memiliki kewajiban pembinaan terhadap masyarakat melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syari’ah (DEKS) Bank Indonesia Pusat.

Pewarta: Muhammad Faizin

Editor: Kendi Setiawan

Sumber : NU Online

__Terbit pada
19 Juni 2021
__Kategori
Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *