pemabuk

Kisah Syekh Abdul Qodir dan Pemabuk

Saat ngaji dalam Lailatul Ijtima Ranting NU Candimulyo edisi 180 di Musala Baiturrohman Nglundo Utara Kamis (16/9/2021), Wakil Rois Syuriyah PCNU Jombang, KH Muhammad Soleh, menjelaskan tanda orang iman. “Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga mencintai orang lain seperti mencintai diri nya sendiri,” tuturnya.

Kita senang menjadi muslim. Maka harus mendoakan agar orang kafir jadi muslim.

Kita senang menjadi orang beriman. Maka harus mendoakan orang lain beriman.

“Mendoakan orang lain dapat hidayah sehingga masuk Islam itu sangat dianjurkan. Sebab hidayah itu mutlak hak Allah,” kata Kiai Soleh.

Masio dituturi sampai lambe doweh, kalau belum dapat hidayah, niscaya tak akan berubah.

Orang yang mendoakan orang lain, akan didoakan oleh malaikat. Kita mendoakan orang lain baik, maka kita akan didoakan malaikat memperoleh kebaikan yang sama.

Sehingga sudah pasti kita akan semakin baik.

Syekh Abdul Qadir Al Jilani pernah ketemu orang mabuk berat.

Si pemabuk bertanya. 1. Syekh, apakah Allah maha kuasa? Syekh menjawab iya.

2. Syekh, apakah Allah maha kuasa? Iya, jawab Syekh Abdul Qodir dengan suara bergetar.

3. Syekh, apakah Allah maha kuasa? Syekh Abdul Qadir nuwangis, kemudian menjawab iya.

Muridnya tanya, kenapa jenengan seperti itu Syekh?

Syekh Abdul Qadir menjawab.

Ketika dia bertanya pertama, itu maknanya, apakah Allah kuasa menerima tobat ku? Aku menjawab iya.

Pertanyaan kedua, maknanya, apakah Allah kuasa menjadikan aku menjadi wali seperti mu? Aku menjawab iya.

Pertanyaan ketiga, apakah Allah kuasa membalik keadaan. Sehingga kamu (Syekh) menjadi pemabuk seperti ku? Makanya Syekh nangis lalu menjawab iya.

Sebab Allah maha kuasa membalik kiai jadi pemabuk. Serta pemabuk jadi kiai..

Maka kita harus terus mendoakan kebaikan pada orang lain. Agar kita sendiri semakin baik.

Kita harus mendoakan orang lain dapat hidayah dan ber iman. Agar kita semakin dapat hidayah. Dan iman kita makin kuat.

Mugi Allah paring kita saget ngelampahi..

__Terbit pada
23 September 2021
__Kategori
Amalan, Berita, hikmah, Humor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *