Sen. Mei 16th, 2022
Jokowi prabowo. cnbcindonesia

Saat ngaji tafsir Jalalain karya Syekh Jalaluddin Al Mahalli dan Syekh Jalaluddin Assuyuti di Pesantren Tebuireng, Rabu (9/2/2022), DR KH Ahmad Mustain Syafi’ie Alhafid menjelaskan pentingnya saudara dan kerjasama.

“Saat diutus Allah subhanahu wa ta’ala menghadapi Firaun, Nabi Musa tidak tatak sendirian. Sehingga minta agar Allah mengangkat saudaranya yakni Harun sebagai mitra,” tuturnya.

Ini menunjukkan bahwa sejak dulu, untuk berjuang kita tidak mungkin bisa jalan sendirian. Butuh teman, saudara, mitra dan partner.

Butuh kerjasama, koalisi dan kolaborasi.

Ibarat satu lidi, tak mungkin bisa dipakai menyapu. Tapi jika lidi bergabung menjadi sapu, maka bisa dipakai membersihkan halaman seluas apapun.

Gus Baha pernah dawuh; Mendakwahkan Islam itu berat. Tidak mungkin bisa dilakukan sendirian. “Makanya kita bersyukur ada NU, ada Muhammadiyah,” ucapnya. Masing-masing menjalankan tugas dakwah sesuai keunggulannya.

Pengasuh PP Mambaul Ma’arif Denanyar yang juga Wakil Ketua PW NU Jatim, KH Abdussalam Sohib (Gus Salam) juga pernah menyampaikan pentingnya dulur atau saudara.

“Saudaramu-saudaramu-saudaramu, karena orang yang tak punya saudara, seperti berangkat perang tanpa membawa senjata,” tegasnya.

Alhamdulillah di NU kita punya banyak saudara. Ada Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU IPPNU, ISNU dan Pergunu. Juga Pagar Nusa, ISHARI, Sarbumusi, PMII dan Lesbumi. Serta Jam’iyah Toriqoh Almuktabaroh Annahdliyah (JATMAN).

Makanya dalam memperjuangkan ajaran Islam ahlussunah wal jamaah di Indonesia kita harus wani dan percaya diri. Karena punya banyak saudara.

Dengan menganggap semua saudara, hati akan lebih tenang dan bahagia..
Serta lebih mudah mewujudkan cita-cita..

Kata pepatah, seribu saudara masih kurang. Satu musuh kebanyakan..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget memperbanyak saudara..

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.