Kam. Sep 29th, 2022
Tingkatan Orang Berpuasa. Alo dokter

Alhamdulillah mulai Jumat (1/7/2022) kita sudah masuk 1 Dzulhijjah 1443 H.

Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong) pernah menjelaskan keutamaan puasa Dzulhijjah.

Dalam kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi diceritakan, suatu kali Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf bercerita tentang salah seorang sahabatnya yang unik.

Ia orang yang wara’ dan takwa meski orang-orang mengenalnya sebagai orang fasik dan pendosa.

Sudah 20 tahun Abu Yusuf melakukan tawaf di Kakbah bersamanya.

Memasuki 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, sahabat Abu Yusuf ini puasa secara sempurna. Meski ia berada di padang sahara yang tandus.

Bersama Abu Yusuf, ia masuk kota Thurthus dan menetap di sana untuk beberapa lama. Di tempat gersang inilah, persisnya di sebuah kawasan reruntuhan bangunan, ia wafat tanpa seorang pun yang tahu.

Abu Yusuf lantas keluar mencari kain kafan. Abu Yusuf kaget tatkala dirinya kembali menyaksikan kerumunan orang berkunjung, mengafani, sekaligus menyalati jenazah sahabatnya.

Padahal tempat itu semula tak berpenghuni.

Saking ramainya, Abu Yusuf sampai tak bisa masuk ke lokasi temannya wafat.

Para pelayat menyebut-nyebut almarhum sebagai orang yang zuhud dan termasuk dari kekasih Allah (waliyyullah).

’’Subhanallah, siapa yang mengumumkan kematiannya hingga orang-orang berbondong-bondong bertakziah, menyalati, dan menangisi kepergiannya?’’ Kata Abu Yusuf.

Setelah merangsek, Abu Yusuf akhirnya berhasil menghampiri jenazah sahabatnya. Dia kaget melihat kain kafan yang membungkus jasad temannya.

Pada kain itu tercantum tulisan berwarna hijau: Inilah balasan orang yang mengutamakan rida Allah ketimbang rida dirinya sendiri. Orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.

Setelah disalati, jenazah pun dikubur. Abu Yusuf lalu mimpi. Dia melihat sahabatnya yang ahli puasa Dzulhijjah itu menunggang kuda hijau serta berpakaian hijau.

Baca Juga  ISTIGHFAR BIKIN SEMUA HAJAT DIKABULKAN

Dia memegang bendera di tangannya. Di belakangnya ada seorang pemuda tampan berbau harum.

Di belakang pemuda ini, ada dua orang tua. Dibelakangnya lagi ada satu orang tua dan satu pemuda.

’’Siapa mereka?’’ Tanya Abu Yusuf.
Temannya menjawab; Pemuda tampan itu adalah Nabi kita Muhammad sallallâhu ‘alaihi wasallam.

Dua orang tua dibelakangnya adalah Abu Bakar dan Umar.
Sementara orang tua dan pemuda itu adalah Utsman dan Ali.

’’Dan akulah pemegang bendera di depan mereka,’’ urai sahabatnya.

Hendak ke manakah mereka? tanya Abu Yusuf lagi.
’’Mereka ingin menziarahiku,’’ jawab temannya.

Abu Yusuf pun kagum; Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?

Sahabatnya menjawab; Sebab aku memprioritaskan rida Allah dibanding rida diriku sendiri.

Dan aku selalu berpuasa pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.

Sejak itu, Abu Yusuf selalu berpuasa 1-9 Dzulhijjah hingga akhir hayat.

Pengasuh PP Sunan Ampel Jombang KH Taufiqurrahman Muchid mengutip kitab Algunyah karya Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang puasa tiga hari (Kamis, Jumat dan Sabtu) pada ashurul hurum (Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram), pahalanya seperti ibadah 900 tahun.

Maka nya niat puasa kita bisa didobel.

Puasa mulai Jumat (1/7/2022) hingga Rabu (6/7/2022) bisa diniati puasa Zulhijjah. Pas Senin ditambah niat puasa Senin.

Puasa Kamis (7/7/2022) bisa diniati tiga. Puasa Dzulhijjah. Puasa hari Kamis. Dan puasa ashurul hurum.

Puasa Jumat (8/7/2022) bisa diniati tiga. Puasa hari Jumat. Puasa Dzulhijjah hari tarwiyah. Dan puasa ashurul hurum.

Puasa Sabtu (9/7/2022) bisa diniati dua. Puasa Dzulhijjah hari Arafah. Dan puasa ashurul hurum.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang puasa Arafah, dosa setahun lalu dan setahun ke depan dihapus oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Baca Juga  CALON PEMIMPIN JANGAN GAMPANG TAKUT & RAGU

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.