Sen. Mei 16th, 2022
Stop Ghibah. Pixabay/Sam Williams

Saat ngaji kilatan kitab Khutabatun Nabi di Masjid Pesantren Tebuireng Jumat (8/4/2022), KH Taufiqurrahman Muchid, menjelaskan bahaya menggunjing alias membicarakan aib orang.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam pernah khutbah di masjid dengan suara keras. Sampai terdengar oleh orang-orang yang didalam rumah.

“Wahai orang yang iman dengan lisannya namun iman belum masuk ke dalam hati nya,” seru Rasulullah.

“Janganlah kalian membicarakan aib orang Islam. Dan jangan mencari-cari aib orang Islam. Karena siapa yang meneliti aib saudaranya, maka Allah akan meneliti aibnya. Dan siapa yang diteliti aibnya oleh Allah, maka Allah akan membuka aibnya di rumah nya sendiri.”

Contohnya, ada orang seneng membicarakan aib orang-orang yang zina. Akhirnya, dia sendiri terjerumus melakukan zina.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang suka menyebarkan aib orang lain, maka dia tidak akan mati sebelum melakukan aib yang sama.

Makanya kita harus berusaha sekuat tenaga menjauhi membicarakan aib orang lain. Jangan membicarakan nya. Jangan mendengar kan orang yang membicarakan nya.

Terlebih pada bulan Ramadan seperti sekarang.

Suatu ketika, ada dua perempuan merasa gak kuat puasa. Mereka lantas minta izin pada Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam agar diizinkan mokel.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam lalu menyuruh mereka memuntahkan isi perutnya.

Masya Allah..

Keduanya lantas memuntahkan isi perutnya. Dan ternyata yang keluar adalah daging dan darah segar.

Dalam QS Alhujurat 12 yang melarang membicarakan aib orang memang ditegaskan. Bahwa membicarakan aib orang lain itu seperti makan bangkai nya.

Dua perempuan yang memuntahkan daging dan darah segar tadi ternyata baru saja rasan-rasan.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam lantas menyatakan. Dua perempuan tadi berpuasa dari hal yang halal yakni makan minum.

Baca Juga  MAKIN TUA, MAKIN PANJANG SUJUD

Namun keduanya telah membatalkan puasa nya dengan hal yang diharamkan Allah subhanahu wa ta’ala yakni rasan-rasan.

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi puasa kanti ngempet tidak rasan-rasan..

Dari pada rasan-rasan, lebih baik tadarusan atau nggawe jajan.. hehehe

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.