Rabiul Awal Bulan Maulid Nabi (1)

Maulid nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul Awal telah difatwakan oleh ulama ahli hadist di abad pertengahan hingga ulama kontemporer sebagaimana berikut:

a. Syaikh Al-Islami Al-Hafizh Ibn hajar

“Pokok utama dalam amaliah maulid adalah bid’ah yang tidak diriwayatkan dari ulama as-salaf as-shalih dari tiga generasi (Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in). Tetapi Maulid mengandung kebaikan-kebaikan dan sebaliknya. Maka barangsiapa yang berusaha meraih kebaikan dalam maulid dan menjauhi yang buruk, maka termasuk bid’ah yang baik. Jika tidak, maka disebut bid’ah yang buruk.”

Baca Juga: Balasan Abu Lahab Yang Bergembira Akan Kelahiran Rasululloh SAW

b. Al-Hafizh As-Sakhawi

Al-Hafizh As-Sakhawi berkata dalam fatwanya: “Amaliah Maulid tidak diriwayatkan dari seorang ulama salaf dalam tiga kurun yang utama. amaliah ini dilakukan sesudahnya, kemudian umat islam di seluruh penjuru dan kota besar selalu merayakannya di bulan kelahiran Nabi SAW dengan perayaan yang indah dan agung. Mereka bersedekah di malam harinya, menampakkan rasa suka cita, menambah belanjanya, dan membaca kisah kelahiran Nabi SAW. Dan tampak kepada mereka berkahnya-Nabi dengan Merata.(*)

Wallahu a’lam

__Terbit pada
18 Oktober 2020
__Kategori
Sejarah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *