Kam. Sep 29th, 2022
KH Arrazy Hasyim

Saat ngisi ngaji bulanan PW Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor di kantor PW GP Ansor Jatim, Selasa (4/1/2021), Buya DR Arrazy Hasyim menjelaskan pentingnya robitoh dalam salat.

“Saat salat, bayangkan kita sedang salat bersama Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam,” tuturnya.

Bayangkan kita salat melihat nabi. Kemudian kita mengikuti gerakan nabi.

Nabi takbir kita ikut takbir. Nabi rukuk kita ikut rukuk. Nabi sujud kita ikut sujud.

“Makanya saat kita jadi makmum, jangan mendahului imam,” sarannya.

Hal itu sesuai hadis Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Sollu kama roaitumuni usolli.

Salatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku salat.

Hadis diatas sering disampaikan sebagai dalil penting nya mencontoh kaifiyah salat Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam.

Namun ditangan Buya Arrazy Hasyim yang sufi; Hadis itu bermakna, kalau kita salat, bayangkanlah sedang salat bersama Nabi.

Jika itu kita lakukan, maka berarti salat kita robitoh dengan nabi.

Robitoh itu artinya nyambung.

Sebelum mengamalkan wirid toriqoh; Kita dianjurkan melakukan kaifiyah tertentu.

Kemudian membayangkan wajah mursyid.

Inilah yang disebut robitoh.

Setelah kita robitoh, baru kita mengamalkan wirid toriqoh yang diajarkan mursyid.

Buya Arrazy menyindir, kita juga biasa melakukan robitoh saat hubungan suami istri.

Misalnya agar bisa bergairah, si suami pemanasan dengan membayangkan artis cantik.

Maka itu berarti dia robitoh dengan si artis cantik.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam pesan; Kalau kita melihat wanita cantik di jalan kemudian terangsang, maka pulanglah.

Lampiaskan pada istri. Karena istri juga punya, apa yang dimiliki oleh wanita cantik dijalan tadi.

Orang yang seperti ini, berarti robitoh dengan wanita cantik di jalan tadi.

Baca Juga  Dawuh Kyai - Habis Anis Bin Alwi Al Habsyi Solo

“Kalau untuk sex saja kita robitoh. Masak salat tidak robitoh?” Kritik Buya Arrazy.

Makanya beliau menyarankan, agar saat salat kita robitoh dengan nabi.

Jadi sebelum salat, kita bayangkan nabi. Kita salat bersama nabi. Kita ada dibelakang nabi.

Baru kemudian niat dan takbiratul ihram..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget ngelampahi

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.