Sab. Jun 25th, 2022
pulukan makan. Foto: Istock

Saat ngaji dalam halalbihalal MWCNU Diwek di Desa Bandung, Selasa (10/5/2022), Pengasuh PP Falahul Muhibbin yang juga Rois Syuriyah Ranting NU Watugaluh, KH Nurhadi (Mbah Bolong) cerita keutamaan memuliakan tamu. Saat Idul Fitri seperti sekarang, kita biasanya bertamu. Kadang juga menerima tamu.

“Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang yang kedatangan tamu itu mendapatkan seribu barokah,” tuturnya.

Kedua, dosa-dosa orang yang kedatangan tamu tadi juga dihapus oleh Allah subhanahu wa ta’ala. “Dosa orang yang kedatangan tamu rontok seperti rontoknya daun-daun yang kering,” jelasnya.

Apabila tuan rumah memberi makan tamu nya, maka dia akan mendapatkan pahala yang besar. “Sak pulukan diberi pahala seperti umroh dan haji,” terangnya.

Alhamdulillah Mbah Bolong tidak hanya ngomong thok. Tiap sowan hari raya ke rumah beliau, pasti diberi makan.

Jumat (6/5/2022) saya sowan ke rumah beliau bersama keluarga juga diberi makan..

Almarhum KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas (semoga Allah subhanahu wa ta’ala mengumpulkan beliau bersama Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa wasallam dan para wali Allah SWT) juga selalu memberi makan tamu nya yang riyayan ke beliau.

Almarhum KH Mas’ud Yunus Kota Mojokerto juga selalu memberi makan tamu yang riyayan ke rumah beliau..

Pasti tidak kebetulan Allah mengenalkan saya dengan beliau-beliau.

Saya dikenalkan Allah dengan beliau-beliau, barangkali agar bisa meniru..

Makanya sak mampu nya, saya juga selalu berusaha memberi menu berat kepada tamu. Minimal bakso lah yang bisa dibeli dengan cepat.

Senin (9/5/2022), ketika sowan ke rumah H Nur Hidayat, mantan ketua PW IPNU Jatim yang sekarang wasekjen PBNU, juga disuguhi bakso.. hehehe

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamu.

Baca Juga  Tiga Syarat Ngandai Wong

Makna memuliakan, kata Kiai Jamal, adalah dengan membelanjakan uang.

Makanya Kiai Jamal selalu memberi makan tamu-tamunya..

Mugi Allah subhanahu wa ta’ala paring kita saget meneladani.(*)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.